-

Berita Luar Negeri

Azon Profit Master

Live Traffic Feed

">See all post'); document.write('

var hn_url_blog = "http://mediacentersabang.blogspot.com/"; var hn_jumlah_post = 10; var hn_warna_latar = "#000000"; var hn_warna_garis = "#FF0000"; var hn_posisi = "bottom"; var hn_tampilkan_judul = true; var hn_backlink = false; ?max-results=10">Alam dan Jagad Raya

'); document.write(" ?max-results="+numposts6+"&orderby=published&alt=json-in-script&callback=showrecentposts7\"><\/script>");

DPRK Sabang Sahkan APBK 2009


SABANG-Dewan Perwakilan Rakyat Kota Sabang mengesahkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota Sabang tahun 2009. Keputusan dewan tersebut di bacakan langsung oleh Sekretaris Dewan DPRK Sabang Sayuthi SH dalam rapat paripurna masa sidang ke I tahun 2009 di Gedung Dewan Selasa (17/2).

Dalam kesempatan terpisah ketua DPRK Sabang H Husaini menyatakan pihaknya sudah setuju dengan usulan anggaran yang di ajukan dan telah melalui proses penambahan sejak satu bulan terakhir, dan untuk tahun 2009 ini anggaran yang di setujui untuk pendapatan senilai 277 miliar lebih, belanja daerah mencapai 364 miliar dan pembiayaan senilai 86 miliar, namun menurutnya hasil keputusan Dewan tersebut masih harus menunggu hasil konsultasi dengan pemerintah provinsi.

"hari ini sudah kita sahkan anggaran APBK tahun 2009, tapi masih harus menunggu hasil konsultasi dengan pihak pemerintah Provinsi," tandasnya.

Sebelumnya sejumlah anggota dewan dalam kata akhir fraksinya menyarankan Walikota Sabang Munawar Liza dapat lebih fokus dalam penggunaan anggaran daerah tahun 2009 ini termasuk pengawasan khususnya dalam bidang pembangunan fisik dan pengawasan interen terhadap para kepala SKPD juga harus lebih di tingkatkan.

"setelah mempelajari dan menelaah terhadap nota keuangan dan RAPBK tahun 2009 maka kami menerima dan menyetujuinya namun masih ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian Walikota Sabang dalam menjalankan anggaran tahun 2009 ini," ujar salah seorang Dewan dalam kata akhir fraksinya.

Sementara itu Walikota Sabang Munawar liza secara khusus mengucapkan terimakasihnya pada para anggota Dewan dan pihak lainnya yang terkait dan terlibat secara langsung dalam perumusan APBK Sabang tahun 2009 ini , menurutnya walau ada sedikit penurunan jumlah di bandingkan dengan tahun lalu, pemerintah Kota Sabang tetap akan mengupayakan semaksimal mungkin penggunaan anggaran tersebut.

"Saya rasa walau ada sedikit pengurangan anggaran pada tahun ini tapi dengan penggunaan yang maksimal juga akan mencukupi terlebih kita masih ada bantuan dana yang berasal dari Otsus Migas yang juga kita harapkan dapat di mamfaatkan semaksimal mungkin," tandasnya.

Terkait penggunaan dana otsus migas tersebut Munawar lebih lanjut menjelaskan seharusnya pemerintah provinsi mau mengirimkan atau membentuk sebuah satker di Sabang agar semua pembangunan yang di laksanakan yang menggunakan dana tersebut dapat maksimal dan langsung di pantau.

"selama ini dana tersebut masih di kelola oleh pemerintah provinsi kita hanya di tunjuk sebagai pengawas namun alangkah lebih baik bila dana tersebut sama –sama di kelola dan di awasi yang akan di laksanakan oleh satkernya di Sabang," tambahnya.(al)

Walikota Sabang Serahkan Bantuan pada Korban Kebakaran

SABANG -Walikota Sabang Munawar Liza Zainal beserta Tim relawan PMI Sabang dan sejumlah LSM lainnya menyerahkan bantuan secara langsung pada enam kepala keluarga korban kebakaran yang terjadi Senin malam (2/2) di lingkungan Babul Iman kelurahan Kota Bawah Timur.

Penyerahan bantuan itu sendiri dilakukan di Mesjid Babul Iman yang di saksikan langsung oleh warga sekitar dan sejumlah kepala SKPD terkait, dalam kesempatan tersebut Walikota berharap warga korban kebakaran ini dapat sabar dan tenang menghadapi semuanya karena menurut walikota Sabang Munawar Liza tidak ada harta yang paling berharga selain nyawa dan keluarga.

"Saya harap dengan bantuan ini sedikitnya dapat meringankan beban saudara saya sekalian agar lebih sabar dalam menghadapi semuanya, karena harta masih dapat kita cari tapi yang paling berharga adalah jiwa kita dan keluarga masih di selamatkan oleh Allah Swt," ujarnya.

Munawar Liza yang sebelumnya juga sempat turun langsung memadamkan api di lokasi kejadian Senin malam lalu itu juga menjelaskan bantuan tersebut tidak hanya berhenti di situ sebagai bentuk penanganan masa panik, namun bantuan lainnya termasuk alokasi rumah baru akan dipertimbangkan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan pemerintah daerah sendiri.

Saat di temui salah seorang korban kebakaran tersebut sempat menceritakan kepedihanya menghadapi kobaran api yang sempat mengurungnya beberapa saat di dalam rumahnya untuk menyelamatkan kedua anaknya yang masih kecil.

"saya tidak tau apa-apa lagi begitu saya lihat api saya langsung masuk kamar untuk menyelamatkan anak saya, sementara harta lainya saya tidak pikirkan lagi yang penting nyawa anak saya selamat," cerita Anita (28) yang saat kejadian sang suami masih berada di luar daerah.

Hal senada juga di sampaikan oleh Karta (74) yang mengaku baru pulang dari mesjid saat api mulai Nampak dari kejauhan, secara spontan ia langsung lari kerumah untuk mencari istrinya namun karena api sudah sangat besar karta terpaksa pasrah walau tetap mencari istrinya didalam kerumunan warga.

Bantuan penanganan darurat yang di serahkan langsung oleh Walikota Sabang Munawar Liza tersebut berupa satu sak beras dan satu kardus mie instan serta sejumlah kain sarung serta perlengkapan lainya termasuk unag santunan sebesar tiga juta rupiah per kepala keluarga.(AL)

8 Unit rumah warga Ludes dilalap Si Jago Merah

SABANG- "Ya Allah habis semua harta benda ku, ya Allah bagai mana ini," teriak salah seorang warga Tiong Hua spontan saat melihat rumah semata wayangnya ludes dilalap si jago merah.

Sedikitnya delapan unit rumah milik enam kepala keluarga (KK) di lingkungan Babul Amin kelurahan Kota Bawah Timur Sabang Senin malam (2/2) kemarin ludes di lalap si jago merah, sebanyak enam rumah dan dua buah gudang milik salah seorang pengusaha tiong hua tersebut rata dengan tanah tanpa bisa di selamatkan

Kejadian tersebut berawal dari kecurigaan warga sekitar pukul 19.30 wib selepas Shalat magrib yang melihat api dari salah satu rumah milik Evi Saputra (45), namun karena lambatnya penanganan dan kesigapan petugas api sempat menjalar ke rumah lainya yang terdekat hingga menghanguskan delapan unit bangunan yang hampir seluruhnya terbuat dari kayu tersebut.

Menurut keterangan saksi mata di lokasi kejadian Senin malam kemarin api sebenarnya masih bisa di padamkan bila warga sekitar lebih sigab dan petugas datang tepat waktu, namun yang terjadi malah kerumunan dan teriakan warga yang panik justru menghambat mobil pemadam yang juga sempat mengalami duakali mati mesin.

"saya tidak bisa berbuat banyak, warga semuanya ketakutan dan panik sementara pemadam baru bisa meluncur ke lokasi ini setengah jam kemudian dan itupun sempat rusak hingga api bisa sebesar ini," ujar salah seorang warga sambil mengangkat sejumlah barang untuk di selamatkan.

Api baru bisa di padamkan sekitar dua jam kemudian setelah beberapa unit armada pemadam dari Lanud Maimun Saleh ikut turun ke lokasi memadamkan api yang terlanjur besar tersebut, dari pantauan di lapangan hampir seluruh barang milik warga hangus terbakar dan kerugian di taksir mencapai angka 1 miliar rupiah.

Sementara itu Kapolres Sabang AKBP Imam Thobroni melalui KBU Reskrim Iptu Erizal SE yang di komfermasi Selasa (3/2) kemarin menjelaskan saat ini pihaknya masih mendalami kasus yang telah menghanguskan delapan unit rumah tersebut termasuk akan memanggil beberapa orang saksi untuk di minta keterangan.

"Dari tadi malam saya sudah di TKP dan mengkoordinir warga untuk dapat tenang dan mengambil tindakan darurat , dan saat ini kita masih meneliti lebih jauh kasus ini terkait penyebab dan asal muasal api yang telah merugikan warga tersebut dengan kerugian mencapai satu miliar rupiah," ujarnya.

Hingga berita ini di turunkan lokasi kejadian sudah di kelilingi polisline yang berarti lokasi terlaang dan masih dalam pemeriksaan polisi, namun sejumlah warga juga terlihat masih mengkais-kais harta bendanya yang masih tersisa dalam puing-pung dan ronsokan kayu yang sudah menjadi arang. (AL)

Di Sabang kasus Kriminal Kerah Putih duduki Peringkat Pertama

SABANG- Kasus Kriminal Kerah putih atau sering di sebut dengan kasus korupsi masih menduduki peringkat pertama dalam daftar kasus yang di miliki Mapolres Sabang, bahkan kasus tindakan kriminal seperti curanmor,penganiayaan serta Narkoba dan Lakalantas masih di jarang terjadi.

Menurut AKBP Imam Tabroni Kapolres Sabang dalam pelaksanaan serah terima jabatan antara Wakapolres lama Komisaris Polisi M Ishaq Said SH dengan Kompol Mirwazi SH yang saat ini resmi menjabat sebagai Wakapolres Sabang, pihaknya saat ini sedang mendalami beberapa kasus korupsi yang masih sedang diselidiki, namun tetap harus menunggu kasus sebelumnya yang masih dalam tahap penyidikan.

"kalau mau kita telusuri satu per satu masih banyak kasus korupsi di Sabang yang belum terangkat, dan dibandingkan dengan kasus kriminal biasa yang jarang terjadi di Sabang kasus kriminal kerah putih ini justru akan lebih dominan," ujar Tabroni selepas acara Sertijab di Mapolres Sabang Kamis (29/1).

Ia berharap dengan dilantiknya Wakapolres yang baru banyak perubahan yang akan di lakukan nantinya termasuk penanganan kasus korupsi dan pembenahan sektor SDM di dalam tubuh Polres Sabang, karena dengan demikian maka kinerja Polres Sabang khususnya akan lebih baik transparan dan berbasis masyarakat.

"Ibarat menyapu lantai, kalau ingin lantainya bersih maka sapunya dulu yang harus kita bersihkan, begitu juga kami di kepolisian ini, justru yang harus di benahi dulu anggota kita di dalam kalau ingin menegakkan peraturan di masyarakat," tandasnya.

Ia menjelaskan bahwa tugas untuk membentuk pribadi anggota kepolisian itu sendiri merupakan tugas yang berat karena kebiasaan dan kultur pribadi seseorang itu berbeda dan butuh waktu lama untuk merubahnya, namun Kapolres juga menegaskan bahwa kedisiplinan itu perlu ditegakkan tanpa pandang bulu walaupun itu anggota Polres sendiri.

"kalau di dalamnya tidak betul gimana mau tangani kasus korupsi yang lebih berat, padahal kasus kerah putih itu sangat tinggi dan butuh sumber daya yang mampu menanganinya dan soal kedisiplinan kita telah melaksanakan hukuman dan sangsi pada anggota kita yang terbukti melakukan pelanggaran atau kelalaian," tambahnya.

Sementara itu dalam upacara sertijab Wakapolres yang dilaksanakan secara singkat di Mapolres Sabang Kamis (29/1) kemarin Kapolres Sabang AKBP Imam Tabroni mengucapkan selamat dan sukses pada Kompol M Ishaq Said SH yang sekarang telah bertugas sebagai Pok Advocad atau pengacara Polri Polda NAD.

Pada Kompol Mirwazi SH yang sebelumnya bertugas sebagai Kamit I Ditreskrim Polda NAD dan saat ini resmi menjabat sebagai Wakapolres Sabang juga memperoleh ucapan selamat dari Kapolres Sabang serta seluruh anggota, namun Kapolres menegaskan agar semua tugas yang di tinggalkan dapat kembali di jalankan dengan baik dan harus lebih baik demi nama baik Polres Sabang di masa yang akan datang. (AL)

Walikota Sabang Minta Para Atlit Untuk Prioritaskan Pendidikan

SABANG-Atlit yang berprestasi dan telah membawa nama besar Kota Sabang dalam berbagai Event bukan berarti akan memperoleh dispentasi di bidang pendidikan, karena selama ini hampir 75 persen Atlit yang berprestasi di Sabang justru ketinggalan jauh dari rekan-rekan sekolahnya di bidang pendidikan.

Untuk itu Walikota Sabang Munawar Liza minta para atlit dari berbagai cabang olah raga yang ada di Sabang dan telah menunjukan prestasinya untuk membela nama daerah agar tetap memprioritaskan pendidikan yang saat ini masih dijalani oleh sebagian besar atlit tersebut.

"Negara kita tidak sama dengan Negara orang, kalau di Amerika mungkin atlit pemain Basket yang berprestasi saja bisa lulus Sekolah tanpa harus masuk ruang kelas sebagai penghargaan untuk prestasinya membela Negara, tapi kita disini pendidikan adalah pendidikan dan olahraga tetap olahraga dan harus di pisahkan," ujar Munawar setelah menerima sejumlah atlit Karate yang telah membawa nama Sabang dalam Kejuaraan Nasional di Ruang kerjanya Kamis (29/1).

Ia juga menegaskan sampai saat ini Pemko Sabang tidak hanya tinggal diam dalam memberikan penghargaan untuk para atlit yang telah berprestasi tersebut, ada sejumlah bonus yang di berikan belum lagi tunjangan lainnya dan alokasi dana yang tidak kecil untuk KONI sebagai bapaknya cabang olahraga yang ada yang nantinya juga akan turun ke atlit itu sendiri sebagai dana pembinaan dan lain sebagainya.

"Kita sudah alokasikan dana khusus untuk KONI walau belum ada keputusan berapa besaran anggaran yang disetujui namun perhatian kita untuk dunia olahraga di Sabang cukup besar terutama penghargaan bagi para atlit, namun itu juga kembali pada pengurus cabangnya masing-masing sebagai pengelola dana," tandasnya.

Sebelumnya di tempat terpisah Walikota Sabang menerima sedikitnya 17 atlit Karate-do yang tergabung dalam Federasi Olah Raga Karate-Do Indonesia FORKI Kota Sabang dengan berbagai kelas dan tingkatan umur, seluruh atlit tersebut telah membawa nama Sabang dalam kejuaraan Wadokai Open Karate Championship Regional Tahun 2009 yang berlangsung di Banda Aceh tanggal 24 s/d 25 Januari 2009 lalu.

Dalam kejuaraan tersebut para atlit karate Sabang memperoleh Lima mendali Emas yang di raih oleh Cut Navy dan Sarah kelas perorangan putri 7 s/d 10 tahun, Amirul Aziz kelas perorangan putra 7 s/d 10 tahun serta Ardiansyah dan Yaumil kelas perorangan putra 50 Kg.

Selain Lima mendali Emas Atlit Karate Sabang tersebut juga menyapu sejumlah mendali lainya seperti Tujuh medali Perunggu dan 10 medali Perak, dan untuk penghargaan Walikota Sabang Munawar Liza secara simbolis Kamis (29/1) kemarin menyerahkan tropi yang di terima langsung oleh Ketua FORKI Sabang Faisal S SOS di ruang kerja Walikota Kantor Walikota Sabang.

Walikota Sabang Resmikan Gedung P2TP2-A Termegah di Indonesia.

SABANG- Walikota Sabang Munawar Liza Rabu (28/1) kemarin resmikan gedung pusat pelayanan pemberdayaan perempuan dan Anak (P2TP2-A) di Kelurahan Cot ba'u Kecamatan Sukajaya Sabang, gedung yang di bangun menggunakan dana bantuan BRR Aceh sebesar satu miliar tersebut merupakan gedung pusat pelayanan pemberdayaan perempuan termegah di Indonesia.

Hal tersebut di akui Drs Subagio Msi deputi kementrian pemberdayaan perempuan RI yang secara khusus berkunjung ke Sabang mewakili Menteri Pemberdayaan Perempuan Mutia Hatta untuk meresmikan gedung tersebut bersama Walikota Sabang.

Menurutnya gedung yang dibangun khusus untuk pemberdayaan perempuan di Sabang ini merupakan gedung termegah di seluruh Indonesia yang khusus menanggani perempuan, karena sampai saat ini banyak sektor pemberdayaan perempuan di daerah lain hanya menggunakan sebuah ruangan yang di sediakan oleh pemerintah setempat tidak terpisah seperti yang ada di Sabang saat ini.

"Saya berharap pemberdayaan perempuan di Sabang dapat terlaksana dengan baik semegah gedung yang di milikinya, karena di Indonesia baru di Sabang yang bisa di jadikan contoh bagi daerah lain bahwa pemberdayaan perempuan harus bisa mandiri untuk membela hak dan martabat para perempuan itu sendiri," ujar Subagio di sela-sela acara tersebut.

Dalam kata sambutan Menteri yang ia bacakan juga menggaris bawahi peranan perempuan dalam segala aspek sosial yang berlaku saat ini walau ada sejumlah perbedaan yang menyebabkan perlakuan pada perempauan itu berbeda antara daerah satu dengan yang lainnya.

"Setiap perempuan punya hak untuk membela kebebasannya berperan aktif dalam semua sektor sosial yang ada di kalangan masyarakat,kantor maupun intansi lainnya tempat ia bekerja, namun hal tersebut sering kali terbentur dengan rambu-rambu dan adat yang masih berlaku di daerah tempat ia tinggal," tandasnya.

Terkait kekerasan terhadap perempuan Walikota Sabang Munawar Liza dalam kata sambutanya mengatakan dengan adanya kantor pusat pelayanan pemberdayaan perempuan di Sabang di harapkan tidak ada lagi laporan menyangkut kekerasan terhadap perempuan karena hal tersebut juga telah menjadi sebuah larangan keras dalam agama.

"pemberdayaan terhadap perempuan ini sangat penting di lakukan agar para perempuan itu sendiri dapat mengerti dan mempertahankan apa yang telah menjadi haknya, dan dengan adanya kantor ini kita harapkan dapat membela kepentingan dan memperhatikan kesejahteraan kaum perempuan di Sabang," ujarnya.

Sampai saat ini menurut Munawar program pemberdayaan perempuan di Sabang sudah berjalan dengan baik dengan beberapa agenda pelatihan serta pemberdayaan di sektor ekonomi pendidikan dan pembelaan hukum terhadap tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak, namun dengan adanya sebuah kantor yang merupakan pusat kegiatan tersebut maka kinerja yang sudah berjalan saat ini dapat lebih optimal dan tepat sasaran.

Selain peresmian gedung P2TP2-A tersebut Walikota Sabang juga sempat menyerahkan bantuan modal usaha bagi para perempuan korban konflik dan imbas Tsunami serta memberikan bingkisan pada para perempuan yang dianggap berprestasi di bidangnya masing-masing.

Sementara itu Ainal Mardiah Ketua P2TP2-A dalam laporanya menyebutkan pembangunan gedung itu sendiri merupakan program bantuan dari BRR Aceh yang di bangun di atas tanah milik Pemerintah Kota Sabang dengan anggaran sebesar satu miliar lebih, dan untuk pemamfaatannya akan menjadi sebuah tempat berkumpulnya sejumlah organisasi wanita yang ada di Sabang dalam sektor pemberdayaan perempuan menuju arah yang lebih baik.(AL)

Sejumlah staf Labotarium RSU Sabang keluhkan tunjangan fungsional yang dipotong.

SABANG-Staf laboratorium dan Gizi RSU Sabang Selasa (27/1) kemarin nyatakan kekecewaanya terhadap kebijakan DPRK serta Pemko Sabang yang telah memotong tunjangan fungsionalnya sebagai pelayan masyarakat.

hal tersebut di tunjukan dengan aksi penutupan laboratium selama beberapa jam hingga puluhan pasien sempat antri di RSU Sabang namun aksi itu tidak berlangsung lama mengingat kebutuhan masyarakat yang ingin uji darah dan kebutuhan lainya masih sangat besar.

dari pantauan lapangan di lokasi RSU Sabang Selasa kemarin semuanya terlihat berjalan lancar seperti biasa tidak ada lagi antrian panjang dan keluh kesah dari para pekerja Lab tersebut namun terlihat jelas kekecewaan mereka saat wartawan mencoba menanyakan beberapa hal terkait pemotongan tunjangan fungsional tersebut.

"Sebenarnya kami kecewa kenapa pada tahun ini justru kami yang di korbankan kibat kurangnya dana APBK hingga tunjangan kami di potong, padahal tahun-tahun sebelumnya tidak demikian ada apa ini," ujar salah seorang pekerja Lab di RSU Sabang yang tidak mau disebutkan namanya Selasa Kemarin.

Menurutnya pihak terkait termasuk Pemerintah Kota sabang dapat memperhatikan hal tersebut sebagai hal yang sensitiv karena pihaknya yang selama ini langsung terjun di lapangan bersama masyarakat namun tidak mendapat penghargaan sama sekali dan justru haknya malah di potong tanpa kesepakatan.

"tidak ada kesepakatan kami tidak pernah di ajak duduk, kami tau belakangan setelah rapat pengesahaan anggaran beberapa waktu lalu, dan yang jelas kami kecewa terhadapa keputusan tersebut," tandasnya.

Sampai berita ini di turunkan ini pihak RSU sendiri termasuk staf lab dan Gizi tidak mau menyebutkan besaran dana tunjangan yang di potong, sementara pihak DPRK dan Pemerintah terkait termasuk Kepala Dinas Kesehatan Sabang belum dapat dikonfirmasi. (AL)

Mobil Ex Singapura Kembali Masuk Sabang

SABANG- Sebanyak 27 unit mobil bekas ex Singapura kembali masuk ke Sabang melalui dermaga Pelindo Teluk Sabang Selasa (27/1) menggunakan kapal kargo Viktori 6 berbendera Singapura.

Kapal yang memuat sedikitnya 10 unit Dum truk dan 17 unit lainnya mobil jenis sedan seperti Honda Jazz,Suzuki dan Mitsubitsi tahun 2000 ke atas itu telah masuk teluk sejak senin sore kemarin namun baru bisa merapat ke dermaga dan melakukan bongkar barang pada Selasa pagi (27/1) kemarin.

Walau sempat diwarnai aksi protes dari sejumlah buruh pelabuhan pembongkaran 27 unit mobil ex Singapura yang seluruhnya milik Ketua DPRK Sabang H Husaini melalui CV Makmur Jaya tersebut berjalan dengan lancar setelah memperoleh kata sepakat terkait jumlah buruh dan ongkos bongkar dengan para buruh.

"awalnya kami hanya di jatahkan lima puluh orang yang di perbolehkan terlibat sementara kami semua berjumlah 150 orang, makanya kami protes karena sebagian besar lainya tidak dibolehkan bekerja dalam bongkar mobil tersebut," ujar Ijal (35) salah seorang buruh yang akhirnya juga memperoleh sedikit imbalan dari jasanya membantu menurunkan mobil ex
Singapura tersebut.

Sementara itu pihak Adpel Sabang melalui Kepala Staf Syahbandar Eko Pangudi yang di komfirmasi Selasa (27/1) kemarin membenarkan kapal berbendera Singapura itu merapat di dermaga teluk Sabang untuk melakukan bongkar barang muatan sebanyak 27 unit mobil bekas dari Singapura, namun pihaknya belum dapat memastikan berapa jenis Mobil Dum Truk yang masuk ke Sabang kali ini.

"kita belum peroleh manifaxnya jadi kita belum dapat pastikan, karena masih dalam pemeriksaan pihak Bea Cukai, namun nama kapal dan jadwal mereka merapat sudah ada laporanya pada kita," imbuhnya.

ia juga menjelaskan kapal bernama Viktoria 6 tersebut akan segera meninggalkan Sabang bila sudah menyelesaikan tugasnya membongkar barang muatannya di teluk Sabang dan di perkirakan Rabu (28/1) hari ini mereka akan kembali ke Singapura.

dari pantuan Wartawan di lokasi pembongkaran Selasa kemarin terlihat jelas masyarakat Sabang yang antusias ingin menyaksikan dari dekat jenis mobil yang kembali masuk ke Sabang tersebut, namun dengan rasa memelas mereka sempat cetuskan kekecewaanya terhadap izin keluar atau Kuota yang sampai saat ini belum juga turun hingga sebagian besar
mobil yang sudah ada di Sabang hampir menjadi besi tua.

"sekarang hal yang paling kecil saja dan pasti terjadi kalau kita beli mobil di Sabang kalau ada kerusakan saja kita tidak bisa bawa ke daratan Aceh, dan terpaksa jadi besi tua sementara di Sabang tehnisi yang ahli mesin Matic masih sangat terbatas," ujar Herman (40) salah seorang warga Sabang yang sempat melihat puluhan mobil di dermaga
Pelindo Selasa Kemarin.(AL)




Puluhan buruh saat menurunkan mobil ex Singapura yang di bongkar Selasa Kemarin
dari Kapal Viktoria 6 di dermaga Pelindo Teluk Sabang
-(AL)



STORY OF HISTORY

Pulo Klah dan Sejarah Sinterclaus, sebuah objek wisata yang menggiurkan di Sabang

SABANG - Tidak banyak orang tau baik warga pendatang maupun yang telah lama menetap di Kota Sabang, bahwa sebuah pulau yang terletak tepat di tengah-tengah Teluk Sabang itu punya sebuah cerita unik hingga sempat diberi nama Pulau Sinterclaus


Berawal dari sebuah pelabuhan yang cukup ramai sejak tahun 1914 lalu keberadaan Teluk Sabang mulai di kenal oleh hampir seluruh negara maju di dunia, bahkan sebuah pulau di Teluk Sabang itupun sempat dijadikan sebuah lokasi penimbunan logistic bagi mereka yang merapatkan kapalnya di Sabang.

Sejak itu keberadaan Pulau itu semakin menjadi sorotan warga setempat saat hampir setiap tahunya sejumlah bahan logistik termasuk pakaian dan beberapa mainan sering di bagikan pada penduduk setempat, namun karena jadwal pembembagian bantuan tersebut hampir bertepatan pada malam tahun baru dan natal maka warga setempat memberikan nama pulau itu dengan sebutan pulau sinterclaus yang turun untuk memberikan hadiah setiap tahunnya.

"waktu itu saya masih kecil dan kami anak-anak sangat senang kalau sudah datang masa tahun baru, bahkan kita sering antri di dermaga untuk memperoleh hadiah yang di bawa dari pulau tersebut," ujar Hardi (65) salah seorang saksi sejarah yang lahir dan menetap di Sabang.

Ia menceritakan awalnya pulau itu di beri nama Sinterclaus karena memang barang-barang yang dibawa dan di bagikan berasal dari gudang yang ada di pulau tersebut, namun kini dengan berubahnya jaman pulau tersebut berubah nama menjadi pulau Klah plesetan dari Claus.

"sekarang sudah tidak mungkin pulau itu disebut pulau sinterclaus lagi, apa lagi setelah dinyatakan merdeka nama-nama seperti itu sudah diharamkan, tapi sekarang hanya tinggal sebagian orang yang tau nama asli pulau tersebut," tandasnya.

Saat ini keberadaan pulau Klah masih sangat mempesona mata para pengunjung terutama saat melewati jalur Sabang Kota menuju Paya Seunara karena dari jalur itulah pulau yang sempat di jadikan area mercusuar oleh belanda yang sampai saat ini masih di manfaatkan oleh Navigasi itu terlihat jelas pancaran panorama alamnya dan asset pariwisata yang tidak terhingga.

Beberapa bungalow juga sudah tertata rapi di pulau tersebut termasuk dermaga dan jalur menuju puncak juga sudah tersusun rapi , namun kembali sangat disayangkan belum ada sentuhan wisata pendukung lainya untuk terus mengembangkan asset yang tergolong unik ini, karena selain panorama alamnya pulau yang satu ini juga mempunyai cerita unik serta terdapat bangunan sejarah peninggalan belanda.

Dinas Pariwisata Sabang kembali di harapkan dapat memasukan program pemberdayaan wisata pulau klah tersebut masuk dalam salah satu program prioritas lainya agar Sabang yang tidak hanya memiliki satu atau dua objek wisata ini dapat berkembang dengan baik.(AL)




Keindahan Pulau Klah yang mempunyai sejarah unik dan aset sejarah lainnya
selain menjadi salah satu objek wisata di Sabang (AL)

Walikota Sabang Ajak Muspida Sukseskan Pemilu 2009

SABANG- Walikota Sabang Munawar Liza secara khusus Kamis (22/1) kemarin mengundang sejumlah pimpinan muspida dan itansi terkait lainnya untuk duduk bersama dan mensukseskan pemilu, dalam pertemuan singkat yang di ruang kerja Walikota tersebut Munawar Liza minta segenab instansi yang ada di Sabang bisa sama-sama dengan Pemerintah Kota mewujudkan pemilihan umum yang aman dan damai.

“memang ada beberapa masalah yang sampai saat ini masih kita hadapi terkait permasalah pemilu ini termasuk belum adanya badan pengawas pemilihan atau Panwaslu, namun secara bersama kita akan bisa mengatasi hal tersebut,” ujarnya.

Terkait pelanggaran rambu-rambu atau lokasi kampanye Walikota menegaskan pihaknya telah bekerja sama dengan pihak kepolisian dan KIP Sabang untuk kembali mensosialisasikanya pada para pengurus parpol yang ada, termasuk akan mengambil tindakan tegas secara bersama dengan para muspida dan instansi pemerintah lainnya bila ada pelanggaran yang dilakukan sebelum ada Panwaslu.

“saya rasa kalau kita ambil tindakan secara bersama tidak akan menimbulkan masalah secara internal karena hal ini merupakan keputusan bersama seperti kesalahan menempel atribut partai di lokasi terlarang dan telah diatur oleh undang-undang itu kita berhak mengambil tindakan tidak perlu tunggu panwaslu,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut sempat mencuat beberapa isu penting lainnya termasuk dana bantuan penyelenggaraan pemilu yang bersumber dari APBK belum dapat diturunkan karena masih dalam pembahasan di pihak Legeslatif DPRK Sabang dan Walikota Sabang Munawar Liza memperkirakan pembahasan tersebut akan selesai pada Februari 2009 mendatang.

“kita sudah anggarkan dana tersebut pada anggaran tahun 2009 ini melalui beberapa instansi terkait dan semoga dapat terealisasi dalam waktu dekat ini,” ujar Munawar menjawab pertanyaan seputar anggaran dana.

Beberapa program penyuluhan dan sosialisasi juga menjadi agenda prioritas Pemko Sabang dalam mensukseskan pemilu 2009 ini karena sosialisasi dipandang perlu sebagai pembelajaran masyarakat dan menumbuhkan pemahaman masyarakat terkait tatacara pemilihan dan pengetahuan masyarakat menyangkut partai yang akan di pilih nantinya.(AL)