Perhatian Pusat Masih Rendah Kepada Sabang
Posted by ADMIN
Posted on Kamis, Juni 06, 2013
with No comments
STORY OF HISTORY
Posted by Telecenter Sabang
Posted on Minggu, Januari 25, 2009
with 1 comment
Pulo Klah dan Sejarah Sinterclaus, sebuah objek wisata yang menggiurkan di Sabang
SABANG - Tidak banyak orang tau baik warga pendatang maupun yang telah lama menetap di Kota Sabang, bahwa sebuah pulau yang terletak tepat di tengah-tengah Teluk Sabang itu punya sebuah cerita unik hingga sempat diberi nama Pulau Sinterclaus
Berawal dari sebuah pelabuhan yang cukup ramai sejak tahun 1914 lalu keberadaan Teluk Sabang mulai di kenal oleh hampir seluruh negara maju di dunia, bahkan sebuah pulau di Teluk Sabang itupun sempat dijadikan sebuah lokasi penimbunan logistic bagi mereka yang merapatkan kapalnya di Sabang.
Sejak itu keberadaan Pulau itu semakin menjadi sorotan warga setempat saat hampir setiap tahunya sejumlah bahan logistik termasuk pakaian dan beberapa mainan sering di bagikan pada penduduk setempat, namun karena jadwal pembembagian bantuan tersebut hampir bertepatan pada malam tahun baru dan natal maka warga setempat memberikan nama pulau itu dengan sebutan pulau sinterclaus yang turun untuk memberikan hadiah setiap tahunnya.
"waktu itu saya masih kecil dan kami anak-anak sangat senang kalau sudah datang masa tahun baru, bahkan kita sering antri di dermaga untuk memperoleh hadiah yang di bawa dari pulau tersebut," ujar Hardi (65) salah seorang saksi sejarah yang lahir dan menetap di Sabang.
Ia menceritakan awalnya pulau itu di beri nama Sinterclaus karena memang barang-barang yang dibawa dan di bagikan berasal dari gudang yang ada di pulau tersebut, namun kini dengan berubahnya jaman pulau tersebut berubah nama menjadi pulau Klah plesetan dari Claus.
"sekarang sudah tidak mungkin pulau itu disebut pulau sinterclaus lagi, apa lagi setelah dinyatakan merdeka nama-nama seperti itu sudah diharamkan, tapi sekarang hanya tinggal sebagian orang yang tau nama asli pulau tersebut," tandasnya.
Saat ini keberadaan pulau Klah masih sangat mempesona mata para pengunjung terutama saat melewati jalur Sabang Kota menuju Paya Seunara karena dari jalur itulah pulau yang sempat di jadikan area mercusuar oleh belanda yang sampai saat ini masih di manfaatkan oleh Navigasi itu terlihat jelas pancaran panorama alamnya dan asset pariwisata yang tidak terhingga.
Beberapa bungalow juga sudah tertata rapi di pulau tersebut termasuk dermaga dan jalur menuju puncak juga sudah tersusun rapi , namun kembali sangat disayangkan belum ada sentuhan wisata pendukung lainya untuk terus mengembangkan asset yang tergolong unik ini, karena selain panorama alamnya pulau yang satu ini juga mempunyai cerita unik serta terdapat bangunan sejarah peninggalan belanda.
Dinas Pariwisata Sabang kembali di harapkan dapat memasukan program pemberdayaan wisata pulau klah tersebut masuk dalam salah satu program prioritas lainya agar Sabang yang tidak hanya memiliki satu atau dua objek wisata ini dapat berkembang dengan baik.(AL)
SABANG - Tidak banyak orang tau baik warga pendatang maupun yang telah lama menetap di Kota Sabang, bahwa sebuah pulau yang terletak tepat di tengah-tengah Teluk Sabang itu punya sebuah cerita unik hingga sempat diberi nama Pulau Sinterclaus
Berawal dari sebuah pelabuhan yang cukup ramai sejak tahun 1914 lalu keberadaan Teluk Sabang mulai di kenal oleh hampir seluruh negara maju di dunia, bahkan sebuah pulau di Teluk Sabang itupun sempat dijadikan sebuah lokasi penimbunan logistic bagi mereka yang merapatkan kapalnya di Sabang.
Sejak itu keberadaan Pulau itu semakin menjadi sorotan warga setempat saat hampir setiap tahunya sejumlah bahan logistik termasuk pakaian dan beberapa mainan sering di bagikan pada penduduk setempat, namun karena jadwal pembembagian bantuan tersebut hampir bertepatan pada malam tahun baru dan natal maka warga setempat memberikan nama pulau itu dengan sebutan pulau sinterclaus yang turun untuk memberikan hadiah setiap tahunnya.
"waktu itu saya masih kecil dan kami anak-anak sangat senang kalau sudah datang masa tahun baru, bahkan kita sering antri di dermaga untuk memperoleh hadiah yang di bawa dari pulau tersebut," ujar Hardi (65) salah seorang saksi sejarah yang lahir dan menetap di Sabang.
Ia menceritakan awalnya pulau itu di beri nama Sinterclaus karena memang barang-barang yang dibawa dan di bagikan berasal dari gudang yang ada di pulau tersebut, namun kini dengan berubahnya jaman pulau tersebut berubah nama menjadi pulau Klah plesetan dari Claus.
"sekarang sudah tidak mungkin pulau itu disebut pulau sinterclaus lagi, apa lagi setelah dinyatakan merdeka nama-nama seperti itu sudah diharamkan, tapi sekarang hanya tinggal sebagian orang yang tau nama asli pulau tersebut," tandasnya.
Saat ini keberadaan pulau Klah masih sangat mempesona mata para pengunjung terutama saat melewati jalur Sabang Kota menuju Paya Seunara karena dari jalur itulah pulau yang sempat di jadikan area mercusuar oleh belanda yang sampai saat ini masih di manfaatkan oleh Navigasi itu terlihat jelas pancaran panorama alamnya dan asset pariwisata yang tidak terhingga.
Beberapa bungalow juga sudah tertata rapi di pulau tersebut termasuk dermaga dan jalur menuju puncak juga sudah tersusun rapi , namun kembali sangat disayangkan belum ada sentuhan wisata pendukung lainya untuk terus mengembangkan asset yang tergolong unik ini, karena selain panorama alamnya pulau yang satu ini juga mempunyai cerita unik serta terdapat bangunan sejarah peninggalan belanda.
Dinas Pariwisata Sabang kembali di harapkan dapat memasukan program pemberdayaan wisata pulau klah tersebut masuk dalam salah satu program prioritas lainya agar Sabang yang tidak hanya memiliki satu atau dua objek wisata ini dapat berkembang dengan baik.(AL)
Dinas Pariwisata Sabang Terapkan Program Wisata Sejarah & Pendidikan
Posted by Telecenter Sabang
Posted on Kamis, Januari 22, 2009
with No comments
SABANG-Dinas Pariwisata Sabang pada tahun 2009 ini rencananya akan menerapkan sebuah program unggulan dalam sektor pariwisata termasuk program wisata sejarah dan pendidikan yang akan melibatkan dunia pendidikan serta itansi terkait lainya
Program Wisata Pendidikan menurut Kasie Promosi Dinas Pariwisata Sabang Evi Rabu (21/1) kemarin, merupakan sebuah program unggulan yang di dalamnya akan melibatkan secara langsung para pelajar untuk mengenal lebih jauh situs-situs sejarah yang ada di Sabang sebagai bentuk program pendidikan dalam pengembangan wawasan anak khususnya para pelajar di Sabang.
"saat ini pemahaman sejarah di kalangan anak-anak kita masih harus dipupuk kembali seperti halnya dengan situs-situs yang ada di Sabang yang merupakan aset sejarahnya Indonesia justru harus kita kenalkan pada mereka sejak dini," ujarnya.
Dalam menjalankan program wisata pendidikan tersebut pihak Dinas Pariwisata Sabang akan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk memasukan program tersebut sebagai sebuah program study lapangan dan pihak terkait lainnya yang akan mendukung sepenuhnya dengan memberikan izin masuk pada para siswa untuk mengenal lebih jauh beberapa situs sejarah yang ada di dalam lingkungan atau area keamanannya.
"ada beberapa tempat yang telah di izinkan untuk dikunjungi oleh para siswa seperti monumen jangkar peninggalan jaman perang, dan beberapa bangunan sejarah lainnya termasuk tugu pemancungan yang menjadi salah satu situs sejarah unggulan Sabang," tandasnya.
Lebih lanjut Evi berharap program ini dapat berjalan dengan baik dan dapat di promosikan hingga ke daerah lain sebagai aset pemerintah daerah Kota Sabang di dunia wisata yang telah dikenal dengan Kota Seribu Bentengnya.(AL)
Program Wisata Pendidikan menurut Kasie Promosi Dinas Pariwisata Sabang Evi Rabu (21/1) kemarin, merupakan sebuah program unggulan yang di dalamnya akan melibatkan secara langsung para pelajar untuk mengenal lebih jauh situs-situs sejarah yang ada di Sabang sebagai bentuk program pendidikan dalam pengembangan wawasan anak khususnya para pelajar di Sabang.
"saat ini pemahaman sejarah di kalangan anak-anak kita masih harus dipupuk kembali seperti halnya dengan situs-situs yang ada di Sabang yang merupakan aset sejarahnya Indonesia justru harus kita kenalkan pada mereka sejak dini," ujarnya.
Dalam menjalankan program wisata pendidikan tersebut pihak Dinas Pariwisata Sabang akan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk memasukan program tersebut sebagai sebuah program study lapangan dan pihak terkait lainnya yang akan mendukung sepenuhnya dengan memberikan izin masuk pada para siswa untuk mengenal lebih jauh beberapa situs sejarah yang ada di dalam lingkungan atau area keamanannya.
"ada beberapa tempat yang telah di izinkan untuk dikunjungi oleh para siswa seperti monumen jangkar peninggalan jaman perang, dan beberapa bangunan sejarah lainnya termasuk tugu pemancungan yang menjadi salah satu situs sejarah unggulan Sabang," tandasnya.
Lebih lanjut Evi berharap program ini dapat berjalan dengan baik dan dapat di promosikan hingga ke daerah lain sebagai aset pemerintah daerah Kota Sabang di dunia wisata yang telah dikenal dengan Kota Seribu Bentengnya.(AL)
