-

Berita Luar Negeri

Azon Profit Master

Live Traffic Feed

">See all post'); document.write('

var hn_url_blog = "http://mediacentersabang.blogspot.com/"; var hn_jumlah_post = 10; var hn_warna_latar = "#000000"; var hn_warna_garis = "#FF0000"; var hn_posisi = "bottom"; var hn_tampilkan_judul = true; var hn_backlink = false; ?max-results=10">Alam dan Jagad Raya

'); document.write(" ?max-results="+numposts6+"&orderby=published&alt=json-in-script&callback=showrecentposts7\"><\/script>");

Ketua PWI NAD Serahkan Penghargaan Pada Tokoh Wartawan Sabang

SABANG - Ketua PWI NAD, A Dahlan TH Kamis (28/5) kemarin secara khusus menyerahkan peghargaan pada sejumlah tokoh Wartawan Sabang yang sudah puluhan bergelut dan berjasa atas pembentukan PWI Kota Sabang.

Penyerahan penghargaan tersebut di laksanakan terkait Konfrensi PWI perwakilan Sabang yang pertama di Gedung DPRK, dalam kesempatan tersebut A Dahlan TH berharap kerja sama yang sudah terbentuk selama ini baik dengan para anggota dan pemerintah setempat dapat terus di pertahankan.

“Saya rasa kerja sama yang selama ini sudah terbentuk antara PWI dan Pemerintah Daerah setempat agar dapat terus di pertahankan dan terus berkesinambungan, untuk itu dalam konfrensi yang baru pertama kali di laksanakan ini saya harap dukungan Walikota untuk sama-sama membangun Sabang ke depan,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama Ketua PWI Aceh H A Dahlan TH meminta PWI Sabang untuk meningkatkan profesionalitas dan penguasaan Teknologi Informasi sebagai jawaban atas kemajuan teknologi. Lebih lanjut Dahlan jika ada wartawan gadungan yang melakukan praktik pemerasan segera dilaporkan ke PWI Aceh untuk diproses secara hukum.

Mengenai konferensi kata Dahlan, PWI Sabang harus menyelesaikan agenda evaluasi program dan keuangan periode lalu, penyusunan program periode ke depan dan pemilihan pengurus baru.

Pembukaan Konferensi I PWI Perwakilan Sabang oleh
Wakil Walikota Sabang Islamuddin ST di Gedung DPRK Sabang Kamis (28/5) kemarin, dihadiri unsur Muspida, Kepala SKPD dan sejumlah tokoh masyarakat Sabang.

Wakil Walikota Islamuddin
yang mewakili Walikota Sabang dalam kesempatan tersebut mengajak PWI sebagai satu-satunya organisasi wartawan di Sabang untuk menjadi mitra dalam mengangkat berbagai persoalan pembangunan di Pulau Weh.

Diakui Islamuddin dalam pemberitaan selama ini, pers di Sabang juga acap menyajikan informasi yang kurang membahagiakan bagi Pemko Sabang. Namun, hal itu kata dia menjadi masukan penting sebab tidak selamanya kinerja pemerintah itu baik.

Konferensi perdana PWI Perwakilan Sabang juga diisi dengan ceramah pers oleh tokoh pers nasional H Sjamsul Kahar yang mengulas soal kompetensi pers sebagai pilar demokrasi. Dikatakan Sjamsul jasa pers hari-hari ini semakin penting, hal itu dimungkinakan dengan pesatnya kemajuan teknologi.

“Proses pencalonan presiden di Jakarta pada saat bersamaan dapat disaksikan oleh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Ini menunjukkan kompetensi pers nasional sebagai pilar demokrasi,”paparnya.

Sebagai kekuasaan keempat dalam system kenegaraan, pers juga memainkan peran sebagai katalisator dan dinamisator antara pilar kekuasaan eksekutif, yudikatif dan legislative. Pada ruang-ruang kosong antara ke tiga pilar kekuasaan inilah pers mengambil perannya sebagai katalisator.(AL)

Sekda Sofyan Daud Minta Masyarakat Sabang Komit Laksanakan Pemilu Damai

SABANG- “ Saya yakin kalau masyarakat tidak ikut terlibat di dalamnya maka proses pemilu secara damai pun tidak akan terwujud, untuk itu saya minta masyarakat Sabang untuk komit dan tidak terprovokasi atas isu-isu yang mengatas namakan Politik,” ujar Sekda Kota Sabang Drs H Sofyan Daud.

Hal tersebut di sampaikan Sekda saat membacakan amanat Walikota Sabang Munawar Liza dalam dialog pemilu untuk mewujutkan pemilu damai transparansi adil dan bermartabat di Aula DISHUBKOMINFO Sabang Selasa (31/3).

Menurutnya suhu politik dan persaingan saat ini jauh berbeda dengan masa orde baru, untuk itu masyarakat sekarang juga harus lebih bijaksana menyikapi perkembangan yang terjadi termasuk menjamurnya partai politik dan jumlah calon legeslatif yang jumlahnya mencapai ratusan orang.

“yang namanya politik biasanya segala cara akan dihalalkan, banyak sudah pelanggaran yang terjadi dan untuk menyelenggarakan pemilu damai tidak mudah, dan keterlibatan masyarakat justru sangat berperan penting untuk mewujudkanya,” tambah Sofyan.

Dialog pemilu yang merupakan agenda kegiatan pertama Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (DISHUBKOMINFO) Sabang di tahun 2009 tersebut secara khusus di laksanakan selama satu hari penuh yang turut melibatkan beberapa instansi terkait seperti KIP, Panwaslu, Polres Sabang dan 100 peserta dari kalangan masyarakat dari dua kecamatan yang ada.

Sebelumnya dalam laporan kegiatan tersebut Ketua panitia pelaksana T Taufik mengatakan , dialog itu sendiri bertujuan meningkatkan kembali kesadaran masyarakat dalam menyikapi pemilu yang sudah di depan mata serta mengasah kembali pemahaman masyarakat Sabang terkait pelaksanaan pemilu dan arah perubahan di masa yang akan datang.(AL)

Proses pengadaan barang dan jasa sangat rentan korupsi

SABANG- Indikasi Korupsi yang sampai saat ini masih saja terus terjadi di kalangan aparatur Negara dan masyarakat luas pada umunya sangat menimbulkan keprihatinan berbagai pihak, terlebih lagi stigma yang melekat pada Indonesia yang menempati peringkat 6 Negara terkorup di dunia.

Indikasi lainnya yang sering terjadi dan sangat rentan terhadap pelanggaran yang justru menjerumuskan para oknum aparatur Negara adalah pada sektor pengadaan barang dan jasa, untuk itu sejumlah pihak terkait seperti Transparansi Internasional Indonesia,Gerak Aceh dan Deputy VI Bidang Pengawasan Kementrian PAN Kamis (8/1) mengelar semiloka pencegahan korupsi melalui pakta integritas dalam proses pengadaan barang dan jasa institusi publik.

Semiloka yang juga di ikuti oleh sejumlah pejabat daerah itu akan di gelar selama dua hari berturut-turut di gedung kantor Bappeda Kota Sabang, dalam kesempatan tersebut Wakil Walikota Sabang Islamuddin dalam kata sambutannya menyatakan sikap untuk terus memerangi korupsi yang terjadi terutama di dalam ruang lingkup pemerintahan Kota Sabang itu sendiri.

"Pada dasarnya, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah baik pusat maupun daerah dalam meminimalisasi tindakan korupsi. Namun upaya ini belum menampakkan hasil yang menggembirakan, dan kita akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk memberantas Korupsi sesuai dengan amanat UU no 28/2000 tentang Penyelenggaraan Pemerintahan yang bebas KKN" ujarnya.

Menurutnya Pemerintah juga telah melakukan langkah-langkah dalam meminimalkan terjadinya tindakan korupsi dalam pengadaan barang dan jasa yaitu dengan keluarnya Keppres No. 80 Tahun 2003 untuk menciptakan proses pengadaan barang dan jasa menjadi transparan, efektif, adil dan efisien, terbuka dan akuntable.meskipun masih ada beberapa kekurangan

"Kita tahu bahwa tindakan korupsi terjadi di berbagai bidang dan telah melibatkan para pengambil keputusan serta mitra kerja di semua tingkatan. Kegiatan untuk mencegah dan mengusut korupsi merupakan pekerjaan yang cukup sulit. Pelaku korupsi biasanya adalah mereka yang memiliki kekuasaan dan wewenang dan itulah sebabnya, perilaku korupsi disebut dengan kejahatan yang luar biasa. Bahkan belakangan ini saya dengar dari kawan-kawan bahwa upaya menghambat pemberantasan korupsi sedang disiapkan oleh pihak-pihak tertentu," tandasnya.

Sementara itu di tempat terpisah Asisten Deputy VI Bidang Pengawasan Kementrian PAN Gunawan Sunendar menjelaskan peran serta pemerintah dalam pengawasan dan menciptakan tindakan apa yang harus dilaksanakan hingga ke tingkat daerah dalam memberatasan korupsi sangatlah penting dan dukungan lembaga terkait lainya juga sangat berpengaruh hingga bisa menditeksi semua gejala korupsi mulai dari tingkat bawah.

"Kita coba terapkan pakta integritas ini yang tujuanya adalah untuk memberikan pemahaman pada aparatur pemerintahtentang transparansi publik terkait pengadaan barang dan jasa, dan lebih menjurus pada penyamaan persepsi tentang tatacara pengadaan barang dan jasa tersebut," imbuhnya.

Lebih jauh ia menjelaskan sampai saat ini sudah mulai ada penurunan tingkat terjadinya tindakanKorupsi yang terjadi di Indonesia, dan hal tersebut masih mungkin terjadi bila menggunakan pendekatan secara Holistic atau pendekatan secara menyeluruh termasuk semua element masyarakat dalam upaya anti Korupsi. (al)