Posted by Telecenter Sabang
Posted on Rabu, Mei 20, 2009
with No comments
SABANG- Setelah hampir setengah bulan berada di laut luas, akhirnya salah satu kapal KRI milik TNI AL dan kapal terakhir dari tiga kapal sebelumnya yang di beli dari Belanda tiba di dermaga lanal Sabang Senin (18/5) kemarin. Kapal yang mempunyai kelebihan sebagai kapal anti radar tersebut di terima langsung oleh Komandan Lanal Sabang Kolonel Laut (E) Januar Hanwiyono dan sejumlah muspida setempat termasuk Walikota Sabang yang di wakili oleh Wakil Walikota Islamuddin.
Dalam kesempatan tersebut Danlanal menyebutkan bahwa kapal yang di beli dari negeri belanda itu merupakan kapal terakhir yang tiba di Aceh dan sebelumnya kapal dengan jenis yang sama juga sudah masuk Indonesia sejak beberapa bulan lalu.
"Ini merupakan kapal yang terakhir, kapal KRI Frans Kasiepo ini akan bertugas untuk mengamankan perairan Aceh dari berbagai ancaman, dan kita andalkan kemampuanya untuk menditeksi radar," ujar Danlanal pada wartawan Senin kemarin.
ia menambahkan sampai saat ini pihaknya masih menunggu instruksi dari pusat terkait tugas awal yang akan di lakukan oleh KRI dan untuk beberapa saat KRI Frans Kasiepo akan berada di Sabang.
Dalam penyambutan kapal tersebut sekitar pukul 09,30 Wib pagi kemarin Wakil Walikota Sabang Islamuddin mengatakan pihaknya sebagai pemerintah daerah sanagat bangga akan kapal milik pemerintah yang mempunya kemampuan lebis seperti KRI Frans Kasiepo tersebut dan perairan Aceh tentunya akan lebih aman.
"Saya rasa ancaman seperti pembajak di perairan Aceh tidak akan terjadi terlebih dengan tambahan KRI dan kemampuan yang lebih seperti Frans Kasiepo ini maka masyarakat akan lebih aman beraktifitas di laut," ujar Islamuddin di Dermaga Lanal Sabang Senin kemarin.
Selain akan mengantisipasi terjadinya pembajakan di laut aceh KRI tersebut juga akan memanimalisir aksi penyeludupan khususnya di perairan Sabang, untuk itu Islamuddin berharap KRI Frans Kasiepo dapat beroperasi di perairan Sabang dan perairan aceh secara umumnya. (AL)
Posted by Telecenter Sabang
Posted on Kamis, April 09, 2009
with No comments
SABANG- Puluhan istri angkatan laut Sabang yang tergabung dalam Jalasenastri TNI AL Sabang, ikuti sosialisasi pemilihan termasuk tatacara memberikan suara di ruang serba guna Pangkalan TNI AL Sabang Selasa (7/4) kemarin. Dalam kesempatan tersebut Nazamuddin pokja sosialisasi pemilihan KIP Sabang menjelaskan hak suara yang akan di berikan oleh para ibu-ibu Jalasenastri ini juga akan sangat berpengaruh pada pemilihan anggota legislatif 2009 ini.
“Sosialisasi ini di selenggarakan untuk memberikan pengetahuan bagi mereka terkait tatacara memberikan hak suaranya pada pemilihan 2009 ini karena prosedur dan sistimnya juga berbeda dengan pemilihan beberapa tahun lalu,” tandasnya.
Nazamuddin juga menjelaskan Sosialisasi kali ini merupakan agenda penutup program sosialisasi yang di lakukan oleh KIP Sabang karena sebelumnya program serupa juga sudah di gelar di sejumlah lokasi lainnya termasuk simulasi yang telah di laksanakan beberapa waktu lalu di beberapa kelurahan yang ada.
“Pada dasarnya kita ingin masyarakat kita di Sabang ini bisa lebih pintar dalam memberikan hak suaranya karena dengan demikian resiko kerusakan suara akan terbendung sejak dini,” ujar Nazamuddin.
Sejauh ini menurut Nazamuddin persiapan menjelang pemilihan yang sudah di depan mata ini terkait sosialisasi pemilihan sudah di laksanakan secara maksimal walaupun ada sejumlah warga yang masih belum memahami tataca pemilihan kali ini, namun hal tersebut dapat di antisipasi oleh keterangan warga lainya yang sudah pernah mengikutinya.(AL)
Posted by Telecenter Sabang
Posted on Selasa, Maret 24, 2009
with No comments
SABANG - Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana Tedjo Edhy P beserta rombongan dan Gubernur Nangroe Aceh Darussalam Irwandi Yusuf serta Walikota Sabang Munawar Liza Zainal Kamis (19/3) kemarin menyempatkan diri secara khusus mengunjungi Pulo Rondo sebagai salah satu pulau terluar yang ada di Indonesia dalam daftar Suar Indonesia (DSI) 11.
Kunjungan tersebut di khususkan pada peninjauan pembangunan sarana Mess marinir yang di BKO kan oleh Kodam Iskandar Muda di pulau itu. di lokasi tersebut KASAL beserta Irwandi dan Munawar menyempatkan diri bersilaturrahmi dengan para penjaga (marinir) yang sejak satu tahun terakhir sudah berada di pulau tersebut, walau dampak kehadiran mereka sempat mengurangi stok air dari penjaga menara Suar.
dalam kesempatan tersebut KASAL berharap dengan kehadiran Marinir di salah satu pulau terluar itu bisa mempertahankan lokasi pulau dari wilayah Indonesia yang jaraknya hanya 20 mil laut dari Sabang, KASAL juga sempat melihat gambar rencana pembangunan Mess para Marinir tersebut.
"Kita harapkan mereka bisa bertahan di pulau tersebut, karena pulau itu adalah wilayah kita dan semua kendala yang di hadapi saat ini akan segera kita atasi dalam waktu dekat ini," ujar KASAL.
Lokasi Mess marinir yang terdapat di Pulo Rondo hanya berjarak puluhan meter dari lokasi Helly Pet atau pendaratan Helly dan Menara Suar yang sampai saat ini masih di jaga oleh Staf Navigasi Sabang, namun permasalahan belakangan muncul termasuk kurangnya stok air bersih sementara proyek pembangunan penampungan air yang di lakukan oleh BRR sama sekali tidak dapat digunakan karena lokasi dan tempat yang salah begitu juga halnya dengan pembangunan Helly Pet yang menghabiskan dana tiga miliar lebih itu ternyata hanya baru selesai 60 %.
"Kita sadari kalau tantangan yang dihadapi oleh anggota kita cukup berat selain jarak pulau jauh dari Kota Sabang semua sarana pendukung juga harus dipasok dari sana, untuk itu kita akan segera menyiapkan sejumlah sarana pendukunga lainnya seperti mesin penyulingan air asin ke air tawar," tandasnya.
Sampai saat ini pembangunan sejumlah sarana yang ada di Pulo Rondo justru di laksanakan secara swadaya oleh para anggota Marinir dengan medan dan rute yang cukup berat, sesaat sebelum meninggalkan Pulo Rondo Walikota Sabang Munawar Liza sempat mengatakan kalau pihaknya sebagai Pemerintah Kota Sabang yang masih dalam wilayah Pulo rondo akan memperhatikan kebutuhan dan sarana yang dibutuhkan di pulau tersebut namun tetap dengan dukungan pemerintah Provinsi (AL)