-

Berita Luar Negeri

Azon Profit Master

Live Traffic Feed

">See all post'); document.write('

var hn_url_blog = "http://mediacentersabang.blogspot.com/"; var hn_jumlah_post = 10; var hn_warna_latar = "#000000"; var hn_warna_garis = "#FF0000"; var hn_posisi = "bottom"; var hn_tampilkan_judul = true; var hn_backlink = false; ?max-results=10">Alam dan Jagad Raya

'); document.write(" ?max-results="+numposts6+"&orderby=published&alt=json-in-script&callback=showrecentposts7\"><\/script>");

Biro Hukum Pemprov NAD Sosialisasikan Kepres No 4 Tahun 2009

SABANG- Pemerintah Daerah Nanggroe Aceh Darussalam melalui Kepala Biro Hukum dan HAM Hamid Zain Kamis (7/5) kemarin secara tegas menyatakan dukungannya pada pihak Komisi Independen Pemilihan (KIP) dan Panitia Pengawas Pemilihan sesuai dengan Kepres No 4 tahun 2009.

Pernyataan tersebut di sampaikan Hamid di Aula Kantor Walikota Sabang Kamis kemarin dalam kunjungan seharinya di Kota Sabang untuk mensosialisasikan Kepres no 4 tahun 2009 tersebut, karena menurutnya Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Sabang khususnya harus secara penuh mendukung sistim pemilihan Presiden dan Wakil Presiden yang akan bergulir, termasuk sistim pemuktahiran data yang juga akan melibatkan Dinas-Dinas terkait di jajaran pemerintahan Kota Sabang.

“Hari ini saya dan dua rekan lainnya dari biro pemerintahan datang ke Sabang khusus untuk mensosialisasikan Keppres tersebut, secara tegas dalam pasal 2 no 4 tahun 2009 pemerintah daerah di wajibkan untuk membantu kelancaran pemilu tahun 2009 ini,” ujar Hamid.

Lebih lanjut Hamid menjelaskan, walau Keppres ini di nilai sudah terlambat karena Pemerintah sampai saat ini juga telah menyusun APBD dan APBK nya masing-masing, namun ada beberapa hal lainnya yang nantinya dapat di manfaatkan untuk membantu kelancaran pemilu tersebut, seperti pendistribusian Logistik termasuk transportasi, Sosialisasi data pemilih dan monitoring hasil pelaksanaan pemilu.

Namun di luar hal itu Hamid kembali menjelaskan bahwa bantuan Pemerintah pada pihak KIP dan Panwas terkait pelaksanaan pemilu ini adalah sepanjang di minta dan di butuhkan oleh KIP dengan menyampaikan permohonan secara tertulis pada pemerintah Daerah, karena bila hal tersebut tidak di laksanakan maka Pemerintah justru di larang untuk memberikan bantuannya.

“di dalam beberapa surat menteri dalam negeri terkait dukungannya pada KIP adalah sepanjang dan sejauh di minta oleh KIP,kalau KIP tidak meminta kami tidak boleh membantu sebab KIP merupakan lembaga mandiri yang juga punya anggaran khusus,” tandas Hamid.(AL)

Baitulmal Sabang Serahkan Bantuan Modal Usaha Pada Muallaf

SABANG- Sedikitnya 31 warga Sabang yang berstatus sebagai Mualaf Selasa (5/5) kemarin memperoleh bantuan modal usaha dalam bantuan tunai senilai dua juta hingga lima juta rupiah per jiwa, bantuan yang di salurkan langsung pada para mualaf tersebut di Mesjid Agung Babussalam itu bertujuan untuk membantu warga yang baru saja memeluk Agama Islam agar tetap dapat menjalankan usahanya.

Menurut Ketua Baitulmal Kota Sabang Drs Husin Ali Selasa kemarin pihaknya membagi bantuan tersebut menjadi dua bagian yakni bantuan Produktif untuk 22 orang mualaf yang telah memeluk Islam lebih dari tiga tahun masing-masing senilai dua juta hingga lima juta rupiah tergantung jenis usahanya, sementara bantuan Konsumtif di berikan pada 9 orang mualaf di bawah tiga tahun dengan nilai dua juta rupiah per jiwa.

“Bantuan ini kita berikan juga di lihat dari segi jenis usahanya dan berapa lama sudah ia memeluk Islam, dengan tujuan agar mereka dapat menjalankan apapun usahanya di dalam koredor Syariah Islam dan kita wajib membantu mereka,” tandasnya.

Sebelumnya itu Ketua MPU Sabang Tgk M Amin Kadani dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa bantuan ini harus di jadikan sebagai jalan bagi para penerima untuk terus berada dalam ketaatan dan harus Istiqamah dengan ketetapan hatinya memeluk Agama Islam.

Untuk itu M Amin berharap bantuan dana serta modal usaha yang di salurkan tersebut dapat di manfaatkan semaksimal mungkin hingga bantuan yang di berikan tidak sia-sia karena dengan demikian kaum Muslimin di Sabang rela mengeluarkan Zakatnya untuk membantu saudaranya yang mualaf bila dana itu di gunakan sebaik-baiknya.(AL)

13 Anggota Komisi I DPRD Kota Palangka Raya Reses Ke Sabang

SABANG- Sebanyak 13 orang anggota komisi I dewan perwakilan daerah Kota Palangkaraya Selasa (5/5) kemarin melaksanakan kunjungan kerjanya atau Reses selama lima hari di kota Sabang sebagai perbandingan dan tukar pengalaman baik dari segi pariwisata dan sistim pemerintahan.


Rombongan yang diketuai oleh Wakil ketua DPRD Kota Palangkaraya Drs H Jamran Kurniawan tersebut juga melibatkan Ketua Komisi I Walden M Sihaloho dan mengikut sertakan sejumlah kepala SKPD serta anggota komisi I DPRD lainya.

Drs H jamran Kurniawan sebagai ketua tim menyebutkan tujuan dan sasaran kunjungan tersebut adalah proses kegiatan pembangunan yang berkelanjutan dan perlu mendapat perbandingan di daerah yang lebih maju sebagai bahan dalam mengambil keputusan dan kebijakan.

“ Kunjungan ini untuk kelancaran pelaksanaan pembangunan yang terus berkesinambungan dan tim reses ini merupakan anggota komisi I DPRD palangkaraya pejabat sekretariat kepala SKPD yang juga di damping oleh para ahli,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut Walikota Sabang yang di wakili oleh Asisten II bagian pembangunan Safruddin menjelaskan seluk beluk pertumbuhan ekonomi dan sejarah Kota Sabang dari awal pembentukanya hingga menjadi kotamadya, ia juga sempat menerangkan beberapa sektor unggulan di Sabang termasuk sektor pariwisata dan sejumlah sektor lainnya.

Pemaparan serta penyerahan bingkisan atau cindramata juga sempat mengikuti acara penyambutan rombongan anggota komisi I DPRD Palangkaraya tersebut, dan para rombongan akan melaksanakan kunjungan kerjanya di Sabang hingga tanggal 9 May 2009 mendatang. (AL)

Unicef dan Dinkes Sabang Gelar Sosialisasi Cara Pelaporan Endemis Malaria

SABANG- Untuk Indonesia Kota Sabang merupakan salah satu wilayah Endemis Malaria yang sejak era tahun 70 an sudah menjadi sorotan dunia Internasional, bahkan sempat di jadikan area penelitian dan percontohan serta pembasmian Malaria terebut.

Walau dalam kurun waktu tersebut hingga tahun 2009 ini penyakit malaria di Sabang sudah sangat menurun drastis bahkan sudah hampir dilupakan warga, namun sampai saat in belum ada satupun pelaporan atau data akurat tentang korban hingga cenderung tingkat peningkatan dan penurunanya serta penularanya sendiri tidak terdeteksi dengan jelas di Dinas Kesehatan setempat.

Untuk itu salah satu Lembaga Internasional melalui Unicef bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Sabang untuk pertama kalinya di Indonesia melaksanakan Sosialisasi sehari tentang bagaimana membuat sebuah laporan atau perumusan dan pencatatan data korban malaria pada para staf di Dinas Kesehatan, para Apoteker, Pustu dan sejumlah warga lainnya untuk meningkatkan kesadaran instansi terkait tentang bagaimana pentingnya sebuah data.

Menurut Dr Herdiana staf pencegahan penyakit Unicef Aceh di Aula kantor Bappeda Sabang Senin (4/5) kemarin, selain akan membantu Pemerintah dalam program perumusan model sistim pencatatan dan pelaporan malaria ini nantinya juga akan sangat berdampak pada berbagai bidang baik ekonomi dan pariwisata.

“Sekarang seperti kita ketahui setiap negara itu akan mengeluarkan Warning pada warganya untuk bepergian ke wilayah yang endemis malarianya masih tinggi, dan dengan sistim pencatatan yang akan kita rumuskan ini maka akan kita ketahui nantinya berapa jumlah penderita malaria yang masih ada di Sabang hingga warning itu bisa saja kita rekomendasikan untuk di cabut bila memang sudah ada data resmi dari Unicef dan Instansi terkait seperti Dinkes,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Sabang Dr Ali Imran Senin kemarin menyatakan pihaknya sangat mendukung program Unicef untuk merumuskan kembali sistim pencatatan tersebut karena memang Dinkes sendiri sudah mencanangkan 2010 kota Sabang akan bebas Malaria.

“Kita memang sudah melaksanakan program pemerintah tentang pembasmian malaria dengan berbagai tindakan termasuk penyemprotan dan sosialisasi penanganan pada warga setempat, dan sampai saat ini kita sudah punya target 2010 Kota Sabang akan bebas dari malaria,” ujar Dr Ali Imran di sela-sela acara tersebut.(AL)

Hari Buruh di Sabang Aktifitas Pelabuhan Sepi

SABANG- Tidak seperti di sejumlah kota lainnya dalam memperingati hari buruh sedunia Jum’at (1/5), para buruh di Sabang justru tidak melakukan aksi apupun, bahkan aktifitas pelabuhan pun terlihat sepi seperti biasanya.

Sampai saat ini Sedikitnya 270 buruh yang tergabung dalam koperasi tenaga kerja buruh pelabuhan Kota Sabang masih dalam kondisi memprihatinkan, aktifitas pelabuhan sekarang justru sudah sangat berkurang di bandingkan dengan era tahun 80 an, untuk itu para buruh tersebut berharap para pihak terkait dapat segera menghidupkan kembali pelabuhan Pelindo Sabang untuk kelangsungan hidup ratusan buruh tersebut.

“Kalau pelabuhanya tidak hidup bagaimana kami bisa kerja, kapal yang bawa mobil juga jarang-jarang masuk, yang bawa gula apa lagi, sementara janji-janji dan program kerja BPKS juga masih harus menunggu puluhan tahun lagi,” ujar salah seorang buruh yang tidak mau di sebutkan namanya Jum’at siang kemarin.

Sementara itu Sekretaris Koperasi tenaga kerja buruh pelabuhan (TKBN) Sabang Tiopan yang di konfirmasi mengatakan sampai saat ini pihaknya masih menunggu kebijakan dari pemerintah setempat terkait peluang untuk menghidupkan kembali pelabuhan Sabang seperti dulu, termasuk berbagai aktifitas bongkar muat yang dapat di kerjakan oleh para buruh.

“kalau perhatian dari pemerintah Kota Sabang dan pihak BPKS memang sudah positif, namun kita juga harus mendorong mereka untuk segera menerobos pemerintah kita di pusat untuk mengeluarkan keputusan sepenuh hati terhadap nasib pelabuhan Sabang karena juga akan mempengaruhi nasib ratusan buruh pelabuhan di Sabang,” tandasnya.

Terkait kesejahteranan para buruh itu sendiri Tiopan menjelaskan, sehubungan dengan peringatan hari buruh sedunia tahun 2009 ini pihaknya akan terus mengupayakan untuk meningkatkan kesejahteraan bagi para buruh yang tergabung dalam koperasi tersebut, termasuk upah buruh yang sampai saat ini juga masih standar tanpa peningkatan yang berarti.

“kalau kesejahteraan memang sudah menjadi tanggung jawab kita sebagai pengurus koperasi, tai kalau masalh upah mereka di pelabuhan itu masih standar-standar saja tidak ada pengurangan ataupun peningkatan biasanya mereka di hitung perhari kerja,” tambahnya.(AL)

BPMKBP2 Kota Sabang Gelar Pelatihan Kader Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna.

SABANG- sedikitnya 40 peserta yang terdiri dari unsur masyarakat dan para pelajar Selasa (28/4) kemarin mengikuti pelatihan kader pemanfaatan tehnologi tepat guna yang di laksanakan oleh Badan pemberdayaan masyarakat keluarga berencana dan pemberdayaan perempuan (BPMKBP2) Kota Sabang di Aula Dishubkominfo.

Dalam laporannya Ketua panitia pelatihan tersebut M Daud Imum SE menyebutkan pelatihan kader pemanfaatan tehnologi tepat guna (PKP-TTG) tahun 2009 ini akan di selenggarakan selama dua hari hingga tanggal 29 April 2009, dan di ikuti oleh sejumlah unsur masyareakat serta pelajar yang masih berusia produktif di bawah umur 50 tahun.

“Pelatihan ini di gelar untuk meningkatkan kemampuan serta pengetahuan dan keterampilan masyarakat setempat yang masih produktif untuk menggunakan kemampuan menciptakan tehnologi tepat guna yang ada di lingkunganya,” Ujar Daud Imum.

Ia menegaskan selain akan merangsang pengetahuan serta kemampuan warga dalam mengolah sumberdaya yang ada, pelatihan ini juga bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah bagi kegiatan ekonomi dan mendorong percepatan pemulihan ekonomi dengan pengembangan kegiatan usaha ekonomi produktif yang berbasis daerah.

Sementara itu Walikota Sabang melalui Staf ahli bidang pembanguan dan sosial Ir, Saifullah dalam kata-kata sambutannya mengaharapkan pelatihan ini harus di laksanakan secara berkesinambungan dan berkelanjutan agar ilmu dan pengetahuan yang telah di peroleh hari ini dapat terus di kembangkan sesuai dengan kemampuan dan sumberdaya yang ada.

“Pelatihan ini di harapkan dapat mencipkatan tenaga terampil yang bisa mengolah tehnologi tepat guna dan dapat memberi dukungan terhadap pengembangan ekonomi Sabang di masa yang akan datang,” tandasnya.

Saifullah juga menjelaskan, Walikota Sabang secara khusus menyatakan dukunganya atas pelatihan kader pemanfaatan tehnologi tepat guna ini yang nantinya juga akan bermamfaat bagi masyarakat Sabang khususnya generasi muda untuk terus menciptakan berbagai bentuk kreatifitas yang bernilai positif yang secara langsung akan berdampak pada pegurangan angka pengangguran.(AL)

Puluhan Unit mobil Ex Singapura Kembali masuk Sabang

SABANG- Puluhan unit mobil bekas Ex Singapura Selasa (28/4) siang kemarin mulai di turunkan di dermaga Pelindo Sabang, sebanyak 28 unit mobil, dua unit Honda Herley Davidson dan empat unit perahu karet satu persatu di turunkan dari atas galangan kapal benama INARAN Jakarta.

Puluhan Unit barang bekas dari Singapura yang dianggap sampah luar Negeri oleh sejumlah warga tersebut dibawah bendera PT Makmur Jaya melalui agen resmi Pemko Sabang PDPS (Perusahaan Daerah Pembangunan Sabang).

Walau sebelumnya kapal kargo yang membawa barang bekas dari Singapura tersebut sempat mengalami kendala dalam proses bongkar muatan di dermaga Pelindo terkait Administrasi lainnya, namun pihak PDPS melalui PJ Direktur Sdr Alex menyebutkan masalah tersebut sudah selesai dan hanya sebatas Adm nya saja sementara sampai saat ini puluhan unit Mobil dan sejumlah barang lainnya sudah selesai di turunkan.

“Ia memang sempat mengalami kendala di lapangan tapi sudah selesai, bahkan sekarang Kapal sudah selesai bongkar dan akan langsung bergerak meninggalkan Sabang, dan kita hanya sebatas urusan ke agennya saja sementara barang-barang tersebut adalah milik PT Makmur Jaya,” ujarnya.

Hal senada juga di sampaikan oleh pemilik PT makmur Jaya Wahab Tomas yang di konfirmasi Selasa siang kemarin, menurutnya semua daftar manifest dan daftar jumlah barang yang masuk ada di tangan pihak PDPS dan sampai saat ini pihaknya tidak menemukan masalah di lapangan terkait bongkar barang bekas tersebut di Pelabuhan.

Sampai saat ini ratusan unit mobil bekas Ex Singapura lainnya sudah sangat menumpuk di Sabang bahkan di rencanakan dalam waktu dekat perusahaan lain juga akan membawa masuk puluhan Unit Mobil lagi ke Sabang, sementara hingga kini belum ada sebuah kebijakan pun dari pihak Pemerintah untuk mengijinkan mobil yang sudah di Klem sebagai sampah tersebut keluar dari daerah Sabang.(AL)

Penumpukan pasir besi di Pelabuhan Pelindo Sabang Menuai Protes Warga

SABANG- penumpukan Pasir besi di pelabuhan Pelindo Kota Sabang sejak awal April 2009 lalu akhirnya menuai protes warga setempat akibat dampak lingkungan yang di timbulkan. Pasir besi yang diambil dari daerah Lhong Aceh besar tesebut adalah milik PT Lhong Setia Maining dan rencananya akan segera di Ekspor ke Cina .

Informasi yang di peroleh dari Camat Sukakarya Iswandi beberapa waktu lalu pihak kecamatan sampai saat ini telah menerima laporan dari warga setempat di seputar area pelabuhan yang mengeluhkan abu pasir besi yang berterbangan tersebut.

Bahkan di anggap mengganggu aktifitas warga dan di sinyalir akan sangat mengganggu kesehatan untuk itu pihak kecamatan dan muspida setempat termasuk pihak bapedalda Sabang menyarankan PT Lhong Setia untuk mengurangi aktifitas penumpukan pasir besi tersebut agar tidak mengganggu warga di sekitar pelabuhan.

“warga memang tidak langsung menyampaiklan keluhanya pada kami di tingkat kecamatan tapi laporan tersebut di terima oleh pihak kelurahan, yang di teruskan pada kami, dan saya berharap solusi yang telah di sarankan oelh para muspida dapat di jalankan demi kepentingan bersama,” ujarnya.

Iswandi juga menyebutkan pertemuan yang diadakan kamis 23 April kemarin merupakan pertemuan yang pertama dengan para pengelola proyek penumpukan pasir besi tersebut, sementara sebelumnya sama sekali pihak kecamatan maupun lurah tidak di beritahukan maksud dan tujuan mereka melakukan aktifitasnya di pelabuhan kecuali pihak BPKS dan pihak pelabuhan setempat.

Sementara itu Amrizal koordinator lapangan PT Lhong Setia Mining yang di temui di lokasi pelabuhan kamis siang tadi menyebutkan pihaknya telah mengkoordinasikan keluhan warga tersebut dengan pimpinan di Banda Aceh dan menyetujui untuk menurunkan ketinggian tumpukan pasir besi tersebut agar tidak mengganggu warga bahkan pihaknya berjanji akan terus melakukan penyiraman saat melakukan aktifitas di area pelabuhan.

“Kita akan melaksanakan intruksi yang telah di sampaikan oleh para muspida, termasuk melakukan penyiraman di sekitar area pelabuhan agar pasir besi tersebut tidak berterbangan ke ara pemukiman dan mengurangi ketinggian tumpukan,” tandasnya.

Amrizal menambahkan sampai saat ini memang pihaknya belum menerima keluhan langsung dari warga, dan tumpukan pasir besi yang di bawa dari daerah Lhong tersebut akan segera di ekspor ke salah satu pabrik baja di Cina mulai tanggal 27 hingga 30 April 2009 mendatang.(AL)

Walikota Sabang Resmikan Perum Pegadaian Syariah yang Pertama di Sabang

SABANG- Walikota Sabang Munawar Liza Zainal Rabu (22/4) kemarin meresmikan Unit Kantor cabang Perum Pegadaian Syariah yang pertama di Kota Sabang, peresmian yang di gelar secara sederhana di halaman kantor cabang di Jalan Perdagangan Kota Sabang yang juga di hadiri oleh Sejumlah Kepala SKPD dan Muspida setempat.


Dalam kesempatan tersebut Munawar berharap dengan di resmikannya kantor Perum Pegadaian berbasis Syariah ini dapat membantu membangun perekonomian masyarakat Sabang termasuk membantu permasalahan masyarakat dalam segi pendanaan dan modal usaha.

“hari ini dengan mulainya di buka kantor Perum Pegadaian Syariah ini kita berharap semua permasalahan masyarakat terkait pendanaan dan permodalan dapat teratasi untuk membangun perekonomian masyarakat Sabang di masa yang akan datang,” ujar Munawar dalam kata sambutanya.

Munawar menambahkan saat ini yang paling di butuhkan masyarakat Sabang adalah kepercayaan agar yang selama ini sering terjepit dengan permainan sistim rentenir tidak lagi terbeban dengan masalah tersebut, untuk itu semua layanan yang akan di berikan oleh pihak Perum Pegadaian nantinya juga harus di sosialisasikan pada warga.

Sementara itu Kepala Perum Pegadaian Syariah Nanggroe Aceh Darussalam Candra Purnomo Rabu kemarin menjelaskan Perum Pegadaian sudah bekerja sejak tahun 1901 dan sudah memiliki ribuan kantor cabang di seluruh Indonesia, sementara Kota Sabang merupakan Kantor Cabang yang 3000.

“kami hanya melayani dan khusus di Aceh semua kantor cabang kita berbasis Syariah, sementara di Sabang kantor kita saat ini sudah genab mencapai 3000 unit, untuk itu dalam pelayananya kami tidak hanya mengutamakan untung rugi tapi justru mencoba membantu masyarakat menyelesaikan masalah keuangannya,” ujar Candra.

Candra juga menyampaikan saat ini walau kantor baru di resmikan namun nasabah sudah sebanyak 18 orang, dan kita harapkan Perum Pegadaian ini dapat terus membantu masyarakat Sabang hingga di masa yang akan datang serta mendongkrak lajunya pembangunan serta perekonomian di Sabang.(AL)

Hampir 50 % Tenaga Harian Lepas di jajaran Pemko Sabang Adalah Barang Titipan.

Walikota Sabang Akan Tertibkan Pengangkatan Tenaga Harian Lepas di jajaran Pemko

SABANG- Walikota Sabang Munawar Liza secara tegas Selasa (21/4) siang kemarin di ruang kerjanya menyatakan sikapnya terhadap pengangkatan tenaga harian lepas di tahun 2009 ini, karena menurutnya saat ini pengangkatan tenaga honorer termasuk tenaga harian lepas di jajaran Pemko Sabang sudah tidak di benarkan lagi sesuai peraturan yang berlaku.

Hal tersebut ternyata sudah menjadi perhatian Walikota jauh-jauh hari sebelumnya, bahkan peringatan ataupun larangan tersebut sudah sering disampaikan pada para kepala SKPD terkait dalam setiap kesempatan.


“Kami sebenarnya sudah sejak awal mengigatkan seluruh SKPD yang ada agar tidak menggunakan kesempatan untuk mengangkat kembali tenaga Honorer maupun tenaga harian lepas, untuk itu kita sudah mulai menertibkan kembali hal tersebut,” tegas Munawar Liza.

Namun ternyata instruksi itu sampai saat ini belum juga berjalan hingga muncul kembali beberapa kasus pengangkatan dengan menggunakan SK kepala Dinas seperti yang terjadi di Dinas Kesehatan Kota Sabang dan beberapa Instansi lainnya dan menuai respon negative serta cemooh dari sejumlah kalangan masyarakat.

Seperti pengakuan salah seorang tenaga bakti yang tidak mau di sebutkan namanya Selasa kemarin, ia mengaku sudah mengabdi selama dua tahun lebih di Dinas Kesehatan namun tidak memperoleh kesempatan dalam pengangkatan tenaga harian lepas tahun 2009 ini.

“Saya sangat kecewa kenapa justru orang-orang baru yang di angkat jadi tenaga harian lepas yang SK nya sudah turun baru-baru ini, sementara saya dan sejumlah rekan seprofesi lainya sudah dua tahun lebih mengabdi malah tidak di berikan kesempatan sama sekali,” ujarnya.

Sementara itu Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Sabang Takdir mengakui pengangkatan tersebut sesuai dengan kebutuhan instansi terkait termasuk di dalamnya penilaian kinerja dan prestasi dan pengangkatan Tenaga harian lepas d Dinas kesehatan Sabang juga sudah di anggarkan dalam RKA Kota Sabang tahun 2009 ini.

“sebenarnya ini hanya miskomunikasi dan kami bukan tidak memandang orang-orang lama di Dinas Kesehatan, tapi justru SDM yang di butuhkan dalam pengangkatan tahun ini tidak sesuai dengan apa yang mereka miliki,” ujarnya.

Takdir menambahkan sebelum SK tersebut di keluarkan pihaknya telah mempertimbangkan dengan matang dan telah bermusyawarah dengan kepala dinas untuk menentukan siapa yang pantas di angkat sebagai tenaga harian lepas tahun ini.

Informasi yang di peroleh TELECENTER Selasa kemarin pihak Dinas Kesehatan Kota Sabang merekrut kembali tenaga harian lepas sebanyak tujuh orang, dua orang di antaranya sebagai pengganti tenaga harian yang telah lulus PNS sementara lima orang lainnya merupakan tenaga harian yang baru di angkat menggunakan SK kepala Dinas sesuai dengan tenaga yang di butuhkan dan telah di setujui oleh DPRK Sabang.

Selain Dinas Kesehatan ada sejumlah Instansi Pemerintah lainnya yang menggunakan kewenangan jabatan Kepala Dinasnya untuk mengangkat kembali tenaga harian lepas dengan alasan sesuai dengan kebutuhan walau di dalamnya penuh dengan Iterpensi kalangan Legeslatif yang merupakan barang titipan serta mengandung unsur kepentingan dengan iming-iming mengurangi angka pengangguran.

Terkait hal tersebut Walikota Sabang Munawar Liza mengaku sudah mengumpulkan SK-SK tersebut dari setiap Instansi untuk di kaji ulang sejauh mana tingkat kepentingan yang di timbulkan dari pengangkatan tersebut.

“Kita juga tahu dan kita sama sekali tidak menyalahkan para Kepala Dinas tersebut, namun tetap yang harus di perhatikan adalah manfaat dari itu semua agar tidak ada yang teraniaya dan merasa tidak di perhatikan oleh instansi dimana ia bekerja,” tambah Munawar.(AL)