-

Berita Luar Negeri

Azon Profit Master

Live Traffic Feed

">See all post'); document.write('

var hn_url_blog = "http://mediacentersabang.blogspot.com/"; var hn_jumlah_post = 10; var hn_warna_latar = "#000000"; var hn_warna_garis = "#FF0000"; var hn_posisi = "bottom"; var hn_tampilkan_judul = true; var hn_backlink = false; ?max-results=10">Alam dan Jagad Raya

'); document.write(" ?max-results="+numposts6+"&orderby=published&alt=json-in-script&callback=showrecentposts7\"><\/script>");

Tahun 2009 KP2TSP Sabang Targetkan PAD mencapai 500 Juta

SABANG- Di tahun 2009 ini Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Satu
Pintu (KP2TSP) Sabang mempunyai target masukan sebagai tambahan bagi
pemasukan daerah mencapai 400 s/d 500 juta, namun hal tersebut tidak
akan tercapai bisa tidak didukung dengan sumber daya manusia yang
berkualitas dan koordinasi yang baik dengan para SKPD yang ada di
jajaran Pemerintahan Kota Sabang.
Hal tersebut di kemukakan Zulkifli SE Ka.TU KP2TSP Sabang Minggu
(11/1), menurutnya hasil yang sudah dicapai saat ini merupakan hasil
kerja keras seluruh staf dan pimpinan tanpa pandang bulu, bahkan tanpa
gaji dan struktur yang jelas, untuk itu dengan struktur dan
kepemimpinan yang baru ini diharapkan bisa mencapai target yang lebih
besar yang tentunya juga untuk kepentingan daerah dan masyarakat
Sabang.

"pada tahun sebelumnya kita bisa memperoleh pemasukan bagi PAD
mencapai 109 juta, dan pada tahun 2009 ini kita punya target hingga
400 s/d 500 juta dengan penambahan 37 jenis non perizinan dan itu akan
tercapai bila ada dukungan seluruh SKPD yang ada," ujarnya.

Zulkifli juga menjelaskan penambahan non perizinan yang akan di
terapkan pada tahun 2009 ini antara lain rekomendasi surat keterangan
yang berasal dari SKPD seperti izin pemotongan hewan, kayu, akta
pendirian koperasi dan lain sebagainya termasuk izin export impor
barang.

Menyangkut produk hukum yang sampai saat ini masih mengalami kendala
seperti koordinasi dengan para SKPD dan dinas terkait lainya Zulkifli
mengharapkan dengan struktur yang baru ini pihaknya bisa segera
menyelesaikan koordinasi tersebut hingga produk hukum selesai pada
tepat waktu dan siap diajukan pada Dewan untuk dibahas lebih lanjut.

"kita juga minta dukungan dari seluruh SKPD yang ada untuk memberikan
kepercayaan pada kita mengelola seluruh perizinan yang ada kita
jadikan satu pintu yang juga akan menguntungkan masyarakat Sabang
tanpa harus bersusah payah mengurusnya di banyak tempat," tandasnya.

Secara khusus Zulkifli juga mengharapkan dukungan dari pihak
legislatif agar insentif bagi staf dan pejabat pelayanan pemeroses
perizinan pada KP2TSP dapat terealisasi sesuai dengan PP No 20 tahun 2008
sama dengan KP2TSP di daerah lainnya, walau dengan jumlah kecil namun
insentif tersebut dinilai sangat berarti demi kelancaran tugas-tugas
di bidang pelayanan perizinan yang cepat,tepat, akurat dan bersih,
transparan, professional dan jauh dari hal-hal yang dapat menimbulkan
pungli dalam pelayanan perizinan di kantor KP2TSP Sabang.(al)

Layani warga Myanmar dan Bangladesh, TAGANA buka dapur umum

SABANG - Memasuki hari keempat, bantuan pangan dari masyarakat, ormas, organisasi politik dan sejumlah instansi lainnya kepada warga Myanmar dan Bangladesh dilaporkan terus mengalir. Taruna Siaga Bencana (Tagana) Sabang sejak Sabtu (10/1) kemarin membuka dapur umum di Dermaga Lanal Sabang untuk melayani kebutuhan pangan 193 warga Myanmar dan Bangladesh. Sejak Jumat sore lalu, satu tenda khusus sudah dibangun untuk keperluan penanganan logistik mereka.

Koordinator Tagana Sabang Zulkarnaen melalui Kabid Operasional Fuad Almahdi menyebutkan sejumlah bantuan berupa beras dari Dinas Sosial NAD sudah disalurkan melalui PMI Sabang. Untuk melayani kebutuhan
pangan itu, kata dia selain mengerahkan 16 anggotanya juga didukung
armada Mobil Boks yang memuat sejumlah perlengkapan dan alat memasak.

"Peralatan yang dimiliki cukup untuk melayani warga Myanmar dan
Bangladesh ini. karena kapasitas alat masak yang ada di mobil boks itu
untuk 100 orang,"kata Fuad Sabtu (10/1) kemarin. Ia juga menyebutkan
pihaknya mulai melayani kebutuhan warga Myanmar setelah berakhir
bantuan dari IOM pada siang kemarin.

Lebih jauh, ketika ditanyai sampai kapan dapur umum bakal dibuka Fuad
meyakinkan bahwa pihaknya akan terus standby di lokasi hingga masa
pengungsian warga migran tersebut berakhir. "Pada tahun 2006 lalu, 77
warga Myanmar sampai satu bulan lebih di Sabang. Kita akan tetap
layani sampai hari terakhir mereka di sini,"tuturnya.

Menu yang disajikan ke warga migran ini berupa nasi, telur dan sayur
bening. Pemberian makan disalurkan melalui ketua kelompok.
Masing-masing kelompok diberikan menu makan pagi, siang dan malam
untuk 10 porsi. Pantauan Serambi hingga siang kemarin sejumlah warga
Myanmar dan Bangladesh mereka hanya tampak beraktivitas di bawah
tenda. Umumnya juga tampak beristirahat di tenda-tenda mereka.(al)

Wakil Walikota Lepas Kontingen Porseni Sabang

SABANG-Wakil Walikota Sabang Islamuddin ST melepas kontingen Pekan Olah Raga dan Seni (Porseni) Kota Sabang di halaman Kantor Departemen Agama Sabang, Kamis (8/1) kemarin.Selain menyerahkan bendera kontingen kepada Drs Marzuki, Islamuddin juga menyematkan baju kontingen Porseni Sabang secara simbolis kepada salah seorang atlet.
Sebagaimana catatan prestasi yang diraih Sabang pada beberapa even olah raga di tingkat Aceh, Islamuddin berharap Kontingen Porseni Sabang yang akan berlaga di ajang Porseni ke-11 di Kota Langsa bisa menunjukkan prestasi yang baik.

"kita berharap kontingen Sabang bisa mengukir prestasi di Langsa,"kata Islamuddin didampingi Kepala Kandepag Sabang Drs Daud Pakeh. Dihadapan para atlet dan ofisial Islamuddin juga menyampaikan apresiasi atas keuletan mereka mengikuti pemusatan latihan sehingga bisa berpartisipasi pada ajang Porseni tahun ini.

"Kita juga berharap para atlit yang di kirim dapat menjaga nama daerahnya dengan baik dan tidak melakukan hal-hal yang dapat mencemarkan nama baik daerah, bersainglah dengan sportif dan pintar menjaga stamina," pesan Pak Is

Daud Pakeh menyebutkan kontingen Sabang yang berjumlah 57 orang bakal bertolak ke Langsa pada 10 Januari nanti. Dia meminta kepada para atlit dan ofisial untuk menjaga kesehatan selama berada di Langsa, sehingga bisa meraih hasil maksimal. Sejumlah Cabang yang bakal diikuti antara lain atletik dan seni budaya Islami. Sejumlah ofisial yang tampak hadir antara lain H Baharuddin AM, Tgk Azhari, H Khairuddin SAg dan Zainuddin Hambali.(al)

Proses pengadaan barang dan jasa sangat rentan korupsi

SABANG- Indikasi Korupsi yang sampai saat ini masih saja terus terjadi di kalangan aparatur Negara dan masyarakat luas pada umunya sangat menimbulkan keprihatinan berbagai pihak, terlebih lagi stigma yang melekat pada Indonesia yang menempati peringkat 6 Negara terkorup di dunia.

Indikasi lainnya yang sering terjadi dan sangat rentan terhadap pelanggaran yang justru menjerumuskan para oknum aparatur Negara adalah pada sektor pengadaan barang dan jasa, untuk itu sejumlah pihak terkait seperti Transparansi Internasional Indonesia,Gerak Aceh dan Deputy VI Bidang Pengawasan Kementrian PAN Kamis (8/1) mengelar semiloka pencegahan korupsi melalui pakta integritas dalam proses pengadaan barang dan jasa institusi publik.

Semiloka yang juga di ikuti oleh sejumlah pejabat daerah itu akan di gelar selama dua hari berturut-turut di gedung kantor Bappeda Kota Sabang, dalam kesempatan tersebut Wakil Walikota Sabang Islamuddin dalam kata sambutannya menyatakan sikap untuk terus memerangi korupsi yang terjadi terutama di dalam ruang lingkup pemerintahan Kota Sabang itu sendiri.

"Pada dasarnya, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah baik pusat maupun daerah dalam meminimalisasi tindakan korupsi. Namun upaya ini belum menampakkan hasil yang menggembirakan, dan kita akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk memberantas Korupsi sesuai dengan amanat UU no 28/2000 tentang Penyelenggaraan Pemerintahan yang bebas KKN" ujarnya.

Menurutnya Pemerintah juga telah melakukan langkah-langkah dalam meminimalkan terjadinya tindakan korupsi dalam pengadaan barang dan jasa yaitu dengan keluarnya Keppres No. 80 Tahun 2003 untuk menciptakan proses pengadaan barang dan jasa menjadi transparan, efektif, adil dan efisien, terbuka dan akuntable.meskipun masih ada beberapa kekurangan

"Kita tahu bahwa tindakan korupsi terjadi di berbagai bidang dan telah melibatkan para pengambil keputusan serta mitra kerja di semua tingkatan. Kegiatan untuk mencegah dan mengusut korupsi merupakan pekerjaan yang cukup sulit. Pelaku korupsi biasanya adalah mereka yang memiliki kekuasaan dan wewenang dan itulah sebabnya, perilaku korupsi disebut dengan kejahatan yang luar biasa. Bahkan belakangan ini saya dengar dari kawan-kawan bahwa upaya menghambat pemberantasan korupsi sedang disiapkan oleh pihak-pihak tertentu," tandasnya.

Sementara itu di tempat terpisah Asisten Deputy VI Bidang Pengawasan Kementrian PAN Gunawan Sunendar menjelaskan peran serta pemerintah dalam pengawasan dan menciptakan tindakan apa yang harus dilaksanakan hingga ke tingkat daerah dalam memberatasan korupsi sangatlah penting dan dukungan lembaga terkait lainya juga sangat berpengaruh hingga bisa menditeksi semua gejala korupsi mulai dari tingkat bawah.

"Kita coba terapkan pakta integritas ini yang tujuanya adalah untuk memberikan pemahaman pada aparatur pemerintahtentang transparansi publik terkait pengadaan barang dan jasa, dan lebih menjurus pada penyamaan persepsi tentang tatacara pengadaan barang dan jasa tersebut," imbuhnya.

Lebih jauh ia menjelaskan sampai saat ini sudah mulai ada penurunan tingkat terjadinya tindakanKorupsi yang terjadi di Indonesia, dan hal tersebut masih mungkin terjadi bila menggunakan pendekatan secara Holistic atau pendekatan secara menyeluruh termasuk semua element masyarakat dalam upaya anti Korupsi. (al)

Masyarakat Wajib Mengawasi Pembangunan Di Daerahnya

Sabang- Keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat dalam mengawasi pembangunan di dearahnya dinilai lemah. Untuk menggali potensi dan hak masyarakat, Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh dan Transparency International-Indonesia (TI-I) mengadakan Seminar dan Lokakarya Strategi Pencegahan Korupsi melalui Penerapan Pakta Integritas dalam pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah yang dilaksanakan di Aula Bappeda Sabang, Kamis (8/1) siang.
Koordinator program Transparency International-Indonesia (TI-I), Mukhtar Abbas kepada Wartawan, Kamis (8/1) mengungkapkan bahwa saat ini Aceh merupakan daerah paling besar memperoleh dana untuk pembangunan. Disini, kata Mukhtar, tentu dibutuhkan pengawasan atau kontrol yang melibatkan Pemerintah dan masyarakat setempat.
Di dalam pengawasan ini, diperlukan kesepakatan dari Pemerintah lewat sistem Pakta Integritas. Dimana, sebut Mukhtar, masyarakat berhak dan wajib untuk dlibatkan. Sebab, dengan melibatkan masyarakat, pembangunan itu lebih efektif. Apalagi, masyarakat lebih independen terutama diwakili oleh teman-teman dari LSM-LSM lokal. “Jadi kalau terjadi tekanan-tekanan di dalam pengadaaan barang dan jasa didalam proses pembangunan besar di Aceh ini, tinggal kita katakan kepada rakyat. Kita ungkapkan secara transparan bahwa proses nya begini dan tekanan-tekanan yang dialami begini. Biar masyarakat yang menilai,” ujar Mukhtar.
Selama ini, pengawasan yang dilakukan oleh masyarakat sangat lemah. Hal itu terjadi akibat masyarakat tidak tahu hak-hak dan tidak tahu bagaimana cara mengontrolnya. “Nah lewat sistem ini kita bekerja di dua level pertama di level pemerintah dan instansinya dan kedua dilevel rakyat,” sebut Mukhtar.
Diseminar ini, kata Mukhtar lagi, masyarakat diberi petunjuk untuk mampu memantau berbagai macam pembangunan yang di Sabang. Disini, mereka diberitahu cara memperoleh data yang akurat, bisa membedakan mana yang fitnah atau fakta.
Sedangkan ditingkat Pemerintah dan DPRK, tambah Mukhtar, pihaknya bakal membangun rumusan aturan yang memungkin masyarakat untuk melapor. “ Kalau ditingkat pusat sudah ada perlindungan hokum bagi si pelapor. Sekarang, tinggal bagaimana itu diadopsi ke Daerah dan dikuatkan melalui Qanun,” terangnya.
Sementara itu, Wakil Walikota Sabang, Islamuddin dalam kata sambutannya menyebutkan bahwa salah satu hambatan dan tantangan dalam upaya pecegahan korupsi disebabkan mekanisme fungsi control dan evaluasi terhadap kewenangan birokratik tidak berjalan dengan baik.
Selain itu, belum adanya sistem transparan yang dapat diakses oleh publik dan akuntabilitas yang mencerminkan tanggung jawab semua pihak, baik Pemerintah, swasta serta dukungan dan partisipasi publik yang masih kurang sehingga masih terjadi berbagai penyimpangan.
“ Pemerintah sebagai lembaga Negara sering melakukan kebocoran pada saat pengadaan barang dan jasa. Ini juga disebabkan mismanejemen yang parah atau bisa juga merupakan bagian dari korupsi sistematik yang merajalela dalam berbagai sektor,” katanya.(Taufik Kurahman)

Sekda tak hadir, rapat dengar pendapat ditunda

SABANG- Rapat dengar pendapat yang di hadiri Wakil walikota Sabang Islamuddin dengan anggota DPRK Sabang dan sejumlah pejabat terkait lainya di gedung Dewan Rabu (7/1) kemarin di tunda sampai pihak Pemko Sabang bisa menghadirkan Sekda kota yang di tuding bertanggung jawab atas kekeliruan yang terjadi dalam restrukturisasi besar-besaran dalam tubuh pemerintahan Kota Sabang.
Rapat dengar pendapat yang sempat berlangsung panas dan alot itu mencuat beberapa indikasi kekeliruan yang terjadi akibat adanya tim siluman di luar tim badan pertimbangan pangkat dan jabatan (Baperjakat) dan tim penjaringan dengan metode propertsnya, termasuk indikasi kekeliruan yang di lakukan dalam rapat di luarkantor bahkan cendrung adanya pejabat titipan dan dan kenaikan pangkat bedasarkan loyalitas para pejabat dengan para atasanya.

"Hari ini saya minta pertanggung jawaban dari Sekda sebagai ketua Baperjakat, coba anda lihat tidak ada satupun manusia di Sabang yang wajahnya yang mirip dengan dia, dan saya melihat ada tim siluman dalam perekrutan pejabat beberapa waktu lalu, hingga banyak kekeliruan dan kesalahan yang di lakukan oleh tim tersebut," ujar Abdulah Imum salah seorang anggota komisi D DPRK Sabang dengan nada tinggi.

Ia juga sempat mempertanyakan acuan dasar dari perekrutan dan penempatan pejabat atau restrukturisasi tersebut, karena sampai saat ini pihaknya menilai tidak ada satupun pejabat yang di angkat bedasarkan penilaian dari tim Baperjakat dan hasil penilaian dari Propertes yang di lakkan hingga dua kali.

"saya punya data dan bukti yang kuat bahwa ada pejabat yang tidak mengikuti properties tapi bisa naik jabatan, sementara yang mengikutinya sampai dua kali malah justru di turunkan pangkat bahkan di buang jauh-jauh dari posisinya dulu," tandasnya.

Hal senada juga di sampaikan Abdul Muthaleb anggota komisi B dan sejumlah anggota Dewan lainya yang mengiginkan transparansi pihak pemko Sabang terhadap sistim yang di terapkan dalam penempatan dan disposisi para pejabat dalam restrukturisasi tersebut.

"kita tidak mau informasi yang di terima masyarakat itu simpang siur, hari ini tanggapan si polan besok tanggapan si pulan, jadi dalam hal ini kita mau ada sebuah pernyataan yang ril dari pihak Pemko menyikapi hal yang sudah menjadi isu hangat di kalangan masyarakat Sabang saat ini," imbuhnya.

Sementara itu menyikapi sejumlah pertanyaan Dewan tersebut walikota Sabang Islamuddin menjelaskan sampai saat ini pihaknya sudah menjalankan beberapa tehnis dalam melaksanakan perekrutan dan penempatan para pejabat tersebut dengan peraturan yang ada yang juga melibatkan penjaringan seperti Baperjakat dan Propertes tanpa ada indikasi lainya di belakang itu.

"kita tempatkan mereka sesuai dengan tes yang mereka ikuti dan sudah menurut prosedur yang ada dengan melibatkan tim Paperjakat serta dengan penilaian yang di ikuti dalam properties, namun untuk keterangan lebih lanjut mungkin tim paperjakat sendiri kan menjelaskanya secara rinci,"

Akhirnya sampai berita ini di turunkan rapat dengar pendapat tersebut di tunda sampai pihak Pemko Sabang bisa menghadirkan Sekda Kota Sofyan Daud sebagai ketua tim Baperjakat dan bertanggung jawab atas laporan sistim penempatan pejabat yang sampai saat ini di nilai sarat dengan azas kepentingan.(AL)

Nyawa Seperti Telur di Ujung Tanduk, Ratusan Manusia Sekarat Dalam Perahu

SABANG- Matahari baru saja pancarkan cahanya, di kejauhan terlihat sosok nelayan yang asik melemparkan kailnya di tengah lautan, namun siapa sangka di pagi yang cerah itu ratusan nyawa terombang ambing dan terus mendekati 20 mil laut pesisir pantai bagian utara Sabang.

Matahari kian panas saat ratusan warga yang di juluki manusia perahu itu menyandarkan satu-satunya boat kayu berukuran kecil tanpa seutas talipun dan hanya menggunakan layar dari plastik, terlihat jelas dari wajah –wajah mereka yang lusuh ,kurus kering dan pucat pasi betapa rindunya mereka pada daratan, saling dorong berebutan air dan makanan seolah besok dunia akan kiamat sempat menjadi tontonan warga setempat.
Beberapa saat kemudian satu persatu di antara mereka mulai bertumbangan pingsan dan lemas tak berdaya, raungan mobil ambulan dan tim medis selimuti Kota Sabang siang itu dan sejumlah RSU yang ada sempat menjadi arena yang di padati pengunjung dan dermaga Lanal Sabang menjadi satu-satunya daratan pertama yang mereka injak setelah 28 hari sebelumnya meradang nyawa di tengah lautan.

Tidak banyak di antara mereka yang bisa berbahasa inggris dengan baik sebagai alat komunikasi hingga sempat menyulitkan proses Introgasi, namun bisa di pastikan ratusan manusia perahu yang semuanya berjenis kelamin laki-laki dan Muslim tersebut sangat bersyukur bisa terdampar di Sabang.

Dengan bahasa Inggrisnya yang sepotong-potong Mohammad Ovid (55) salah seorang warga Myanmar yang terdampar itu sempat menceritakan pengalaman pahitnya selama 28 hari di laut lepas agar tetap bertahan hidup, ia mengaku sangat terpukul atas kejadian ini, ia juga terpaksa meninggalkan Istri dan dua anaknya demi mempertahankan hidup karena konflik berkepanjangan di negaranya.

"anak saya dua, saya pergi tinggalkan Myanmar tidak tahan,kondisi sudah susah, ada di bunuh di mana-mana, kami lari tinggalkan istri dan keluarga, dan kami terpaksa pergi tanpa tujuan," imbuhnya.

Ia juga menceritakan betapa pilunya saat harus membuang tujuh orang rekan senegaranya yang meninggal akibat kekurangan makanan ke laut, hal tersebut mereka lakukan karena terbatasnya ruang gerak di dalam boat kayu yang mereka tumpangi dan pertimbangan lainya seperti mayat akan membusuk bila tidak segera di tanam.

Cerita pilu lainya yang sampai saat ini belum bisa di pastikan kebenaranya adalah prilaku tidak manusiawi yang di lakukan tentara Thailand terhadap pengungsi tersebut, semua identitas mereka diambil dan mereka di kumpulkan menjadi satu dalam sebuah Boat berukuran kecil tanpa mesin dan di biarkan lepas di lautan luas dengan sehelai plastik bekas sebagai layar.

Belum lagi Informasi lainya yang menyatakan ada tiga boat lain yang berpenumpang wanita dan anak-anak juga bernasip sama dengan mereka, bahkan sampai saat ini belum di ketahui keberadaanya dan hanyut di bawa arus ke Negara mana.

Informasi terakhir yang langsung di sampaikan Danlanal Sabang Kolonel Laut (E) Januar Hanwiyono Rabu (7/1), pihaknya telah memperoleh data awal bahwa manusia perahu tersebut berjumlah 193 jiwa, 20 di antaranya warga Negara Banglades, dan sisanya sebanyak 173 jiwa merupakan warga Myanmar, saat ini status mereka adalah pengungsi.

"kita sudah ambil keterangan dari beberapa orang di antara mereka bahwa, mereka tujuan awalnya adalah Malaysia, dan kita masih terus mengembangkan informasi lainya terkait status mereka yang saat ini sudah kita nyatakan sebagai pengungsi," ujarnya di lokasi karantina Dermaga Lanal Sabang.

193 manusia perahu yang saat ini berada di lokasi karantina Dermaga lanal adalah contoh ketidak becusan Negara mengatur dan menjaga warganya, bahkan yang sangat menyedihkan dua orang di antara para pengungsi tersebut merupakan anak-anak yang masih berusia 12 tahun bernama Abdul Gofur dan Nurul haki, keduanya adalah pengungsi termuda yang terdampar di Sabang.

Terkait limit waktu maksimal keberadaan para manusia perahu itu di Sabang pihak Imigrasi Sabang melalui Pengawas dan Penindakan Ke Imigrasian (Wasdakim) Sabang Umren Arsyad menyatakan pihaknya sampai saat ini masih menunggu hasil introgasi dan proses penyelamatan yang telah di lakukan TNI AL Sabang begitu juga dengan pihak IOM yang sejak kemarin sudah berada di Sabang.

"Mereka itu memang dari awal sudah masuk dalam wilayah Angkatan Laut dan mereka harus steril dulu baru bisa kita masuk dengan persetujuan Danlanal, tidak bisa sembarangan, namun bila sudah di izinkan kita akan lakukan koordinasi dengan pihak Lanal terkait tindakan selanjutnya karena para pengungsi itu juga tidak bisa lama-lama berada di Sabang," tandasnya

Umrend juga menjelaskan sampai saat ini belum ada ketentuan baku yang menyebutkan waktu maksimal untuk menampung para pengungsi tapi yang jelas mereka akan segera di tindak lanjuti terlebih lagi sudah turun tangan dunia internasional melalui IOM. (al)

Ratusan warga negara Myanmar dan Bangladesh terombang-ambing di perairan Sabang

SABANG- Sedikitnya 191 warga Negara Myanmar dan Bangladesh sekitar pukul 9.15 wib Rabu (7/1) pagi kemarin di temukan terombang-ambing di lautan lepas yang berjarak 20 mil laut dekat Pulo Rondo Sabang.

Ratusan warga yang seluruhnya laki-laki itu awalnya di temukan oleh Rudiato (45) salah seorang nelayan setempat yang langsung mengimformasikan tersebut melalui telpon genggamnya.
Atas laporan itu Panglima Laot Ie Meulee beserta sejumlah anggota RAPI dan Tim SAR serta Satkorlak Sabang langsung turun ke lokasi untuk memberikan bantuan, namun karena jumlah warga yang terdampar tersebut terlalu banyak akhirnya mereka memutuskan untuk mencari bantuan lainya dari pihak TNI AL Sabang.

Saat di temukan kondisi mereka yang seluruhnya laki-laki dengan usia antara 19 s/d 45 tahun dan beragama Muslim tersebut sangat memprihatinkan bahkan mereka sempat berebutan air dan makanan kecil yang di bagikan tim evakuasi, menurut pengakuan Emiersyih (19) salah seorang warga Myanmar tersebut awalnya mereka berangkat dari negaranya dengan tujuan Malaysia namun di perbatasan Thailand mereka di hantam badai hingga Boat 40 PK yang mereka tumpangi mengalami kerusakan mesin yang cukup parah.

"Kami sudah 28 hari di laut, kami mau ke Malaysia, kami kena badai di Thailand mesin rusak kami hampir mati lemas tidak ada makanan lagi , saya muslim dan rekan saya yang lainya juga muslim," ujar Emier dengan logat inggris yang terpata-pata sambil mencucurkan air mata.
Setelah memperoleh air minum dan beberapa potong kue, tanpa banyak kata-kata lagi Amier langsung di kumpulkan dengan rekan-rekan lainya di dermaga Lanal Sabang, tim evakuasi yang terdiri dari TNI AL, Satgas Bankom RAPI, Satkorlak, Tim SAR dan sejumlah Ormas lainya termasuk Panglaot Ie Meule sempat kewalahan melakukan evakuasi karena ratusan warga yang berdesakan ingin menyaksikan secara langsung warga Myanmar tersebut sempat menyulitkan penanganan bantuan.

Setelah memperoleh air dan kue satu persatu mereka bertumbangan karena dehidrasi dan kurangnya zat cairan tubuh hingga langsung terbaring lemas dan harus langsung di larikan ke RSU terdekat untuk memperoleh penanganan lebih lanjut.

Sampai berita ini di turunkan jumlah dan tujuan mereka menuju Malaysia masih simpang siur, awalnya seperti pengakuan Emier jumlah mereka mencapai 301 orang tujuan Malaysia untuk mencari kerja, namun data yang di peroleh dari Satgas Bankom Rapi jumlah mereka di RSU Sabang mencapai 43 orang dan di RSU AL 36 sisanya yang masih berada di dermaga lanal berjumlah 114 orang hingga untuk jumlah sementara mereka 193 jiwa.

Kejadian serupa pernah di alami warga Myanmar lainya pada tahun 2006 lalu yang juga terdampar dan di evakuasi ke Sabang dengan jumlah mencapai 98 orang.

Hingga saat ini seluruh warga Myanmar dan Bangladesh yang terdampar tersebut masih berada di Dermaga Lanal Sabang untuk memperoleh bantuan lebih lanjut, dan rencananya mereka akan membuka posko bantuan dan dapur umum untuk ratusan jiwa muslim yang mengalami musibah tersebut.(AL)



Ratusan warga Bangladesh dan Myanmar yang
terombang-ambing di Laut Sabang.


Saat perahu yang ditumpangi warga Bangladesh dan Myanmar
merapat di Dermaga LANAL Sabang.



Melepas dahaga setelah sekian lama terombang-ambing di lautan


tak kuasa lagi berdiri..


Saat pembagian makanan..


Tak kuat lagi..


Mendapat perawatan di RSU Sabang



Terpaksa diinfus sambil duduk karena keterbatasan tempat

foto : awal






Disperindag Sabang Serahkan Bantuan 20 Unit Kompressor

SABANG- Sedikitnya 20 unit compressor bantuan dari Disperindag Sabang di salurkan secara resmi pada para pemilik usaha kecil menengah di hampir setiap kelurahan yang ada di Kota Sabang, penyerahan bantuan yang di gelar di halaman kantor Disperindag Sabang hari ini Selasa (6/1) tersebut, juga melibatkan sejumlah tokoh masyarakat dan Tim verifikasi komisi B DPRK Sabang.
Sebelumnya seperti yang di sebutkan Nazar Kabid Industri Disperindag Sabang penyerahan batuan ini di salurkan bedasarkan hasil verifikasi dan peninjauan lapangan dari proposal yang telah masuk sejak tahun 2006 lalu, untuk itu dalam penyaluran 20 unit batuan compressor tersebut hanya di peruntukan bagi unit usaha kecil menengah dengan jenis usaha tambal ban yang berlokasi di sejumlah wilayah perdesaan dan pinggiran Kota Sabang.

“proses pembagian ini sudah memenuhi prosedur dan telah di ferifikasi oleh tim dengan melakukan peninjauan di lapangan dan proposal yang masuk sebenarnya sudah melebih jumlah bantuan yang akan kita salurkan,” ujarnya.

Nazar menjelaskan sejak tahun 2006 lalu lebih dari 30 proposal masuk ke Disperindag, namun karena jumlah bantuan yang di salurkan sangat terbatas Nazar berjanji akan mengupayakan penyaluran bantuan lainya pada tahun 2009 ini karena yang akan di salurkan merupakan agenda di tahun 2008 lalu.

Selain 20 unit mesin compressor yang akan di gunakan untuk para penambal ban, bantuan lainya seperti 15 unit mesin ketam untuk para pekerja panglong kayu dan 20 unit kios berukuran 3 x 1,5 lengkap dengan tiga rodanya juga ikut di bagikan bagi masyarakat yang membutuhkan namun tetap harus melewati prosedur yang telah di tentukan oleh tim.

Terkait indikasi penyaluran yang tidak tepat sasaran Nazar juga menjelaskan pihaknya untuk tahun ini sengaja membentuk TIM verifikasi yang melibatkan sejumlah anggota Dewan untuk meninjau ,menilai dan mempertimbangan penyaluran batuan tersebut, untuk itu ia berharap bila ada indikasi salah sasaran atau luput dari pantau tim masyarakat di minta untuk melaprkanya pada tim agar dapat di klarifikasi sesuai dengan fakta di lapangan. (al)

Pedagang pasar Sabang Keluhkan lapak yang dikuasai Pejabat

SABANG- Para pedagang pasar tradisional Kota Sabang keluhkan tong atau lapak dagang yang seharusnya di bagikan untuk masyarakat justru di kuasai oleh sejumlah pejabat dan mantan kepala Dinas, hingga saat ini hampir 30 % dari 200 lapak masih di tangan mereka bahkan para masyarakat terpaksa menyewanya dengan harga mahal.
Menurut pengakuan Teuku Merdu (45) salah seorang pedagang yang mendatangi kantor DPRK Sabang Senin (5/1), saat ini masih banyak para pedagang yang terpaksa menjajakan barang daganganya di kaki lima karena tidak mampu menyewa lapak tersebut, padahal sesuai dengan perjanjianya tong atau lapak yang telah di bagikan tersebut memang harus di gunakan oleh para pedagang bukan untuk di sewakan.

“Saya datang kemari untuk mengadu pada Dewan, sekarang masih banyak tong yang tidak di gunakan karena masyarakat tidak sanggub menyewanya dan masih di kuasai sejumlah pejabat kita, jadi hampir seratusan lapak di pasar di biarkan kosong padahal bisa di mamfaatkan,” tandasnya.

Ia juga menyebutkan selain lapak yang masih di biarkan tidak terpakai masih banyak los di pasar yang juga di kuasai oleh oknum-oknum tertentu dengan biaya sewa yang tinggi, belum lagi bangunan pasar yang baru di bangun tapi juga tidak di gunakan dengan alas an tidak memenuhi standar.

“sebenarnya kalau pihak Pemko mau membantu banyak yang bisa di lakukan, termasuk pemakaian gedung tiga lantai yang baru, tinggal di arahkan para pedagang ke lokasi tersebut dan dengan syarat semua lapak di bagikan tanpa di pungut biaya yang dapat memberatkan mereka,” imbuhnya.

Saat ini dengan perubahan struktur organisasi pemerintahan Kota Sabang yang baru di harapkan adanya sebuah penertiban pasar yang di lakukan termasuk pembagian lapak yang adil dan merata agar para pedagang juga dapat mencari nafkahnya dengan nyaman dan aman dan tidak perlu lagi berjualan di kaki lima seperti yang saat ini masih terjadi.

Sementara itu salah seorang pedagang pasar lainya mengaku terpaksa berjualan di kaki lima karena memang harus ia lakukan untuk menarik para pembeli, lagi pula pasar yang baru tidak dapat di fungsikan karena bangunanya banyak yang bocor dan tidak layak untuk di gunakan sebagai pasar. (al)